STANDAR KOMPETENSI : MENERAPKAN NILAI SOSIAL DAN NORMA SOSIAL DALAM PROSES PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN
KOMPETENSI DASAR :MENJELASKAN SOSIALISASI SEBAGAI PROSES DALAM PEMBENTUKAN KEPRIBADIANINDIKATOR :
1.MENDEFENISIKAN SOSIALISASI DALAM PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN
2.MENGIDENTIFIKASIKAN FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN
3.MENJELASKAN PENGARUH KEBUDAYAAN TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN
4.MENJELASKAN PENGARUH SOSIALISASI TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN
SOSIALISASI
1.Pengertian sosialisasi
Charlotte Buhler : Sosialisasi adalah proses yang membantu individu belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup dan berpikir kelompoknya agar dia dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya
Peter L. Berger : Sosialisasi adalah proses dimana seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat
Bruce J. Cohen : Sosialisasi adalah Proses dimana manusia mempelajari tata cara kehidupan dalam masyarakat untuk memperoleh kepribadian dan membangun kapasitasnya agar berfungsi dengan baik sebagai individu maupun sebagai anggota suatu kelompok
Soerjono Soekanto :Sosialisasi adalah Proses mengkomunikasikan kebudayaan kepada warga masyarakat yang baru
Paul B. Horton :Sosialisasi adalah Proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya
Vembriarto :Sosialisasi adalah Proses belajar dimana dalam proses tersebut individu mempelajari kebiasaan2, sikap2, ide2, nilai2 dan tingkah laku dalam masyarakat tempat ia hidup
Secara umum Sosialisasi adalah Suatu proses belajar seorang anggota masyarakat untuk menerima dan menyesuaikan diri dengan unsur2 kebudayaan yang berupa cara2 bertindak, bersikap dan berinteraksi dalam masyarakat
2.Sosialisasi berdasarkan macamnya terbagi atas :
Proses sosialisasi yang terjadi tanpa disengaja melalui proses interaksi social atau melalui bergaul di masyarakat. Sosialisasi tanpa sengaja terjadi ketika individu menyaksikan kegiatan yang dilakukan orang-orang disekitarnya lalu menginternalisasi pola perilaku tersebut ke dalam kepribadiannya. Misalnya, anak memperhatikan perilaku ayah dan ibu ketika bertinteraksi dengan orang lain. Anak meniru atau mencontoh perilaku kedua orangtuanya dalam menghadapi orang lain Contohnya : Seorang anak ketika berada dirumah dia melihat orang datang bertamu di rumahanya sehingga dia akan mencontoh perbuatan tersebut apabila dia melakukan hal yang sama atau melihat kakaknya yang bertingkah sopan ketika berbicara dengan orang yang lebih tua
Proses sosialisasi yang terjadi dengan cara di sengaja dilakukan melalui pendidikan dan pengajaran yang sengaja dilakukan anggota masyarakat kepada individu. Individu secara sengaja dikenalkan dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Misalnya anak sengaja diajarkan oleh anggota keluarga untuk menerima dan memberi sesuatu dengan tangan kanan. Di dalam pendidikan dan pengajaran tersebut anak akan mencoba memahami dan menanamkan nilai dan norma tersebut dalam dirinya Contohnya Seorang anak memperoleh nasihat dari orang tuanya ttg bagaimana bersikap dan berbicara denga orang yang lebih tua atau misalnya mengucapkan kata “tabe’ ketika melintas di depan orang.
3. Sosialisasi berdasar tipenya terbagi atas :
Sosialisasi formal, yaitu sosialisasi yang dilakukan melalui lembaga-lembaga berwenang menurut ketentuan negara atau melalui lembaga-lembaga yang dibentuk menurut undang-undang dan peraturan pemerintah yang berlaku.Contoh : sosialisasi UU lalu lintas
Sosialisasi informal, yaitu sosialisasi yang bersifat kekeluargaan, pertemanan atau sifatnya tidak resmi.Contoh : sosialisasi dengan teman bermain
4. Sosialisasi berdasarkan jenisnya terbagi atas :
Sosialisasi primer : sosialisasi yg pertama kali individu terima, sosialisasi ini terjadi dlm lingkungan keluarga
Sosialisasi sekunder : sosiaslisasi yg di alami oleh seorang individu di luar lingkungan keluarga, seperti sekolah, bersama teman bermain, lingkungan kerja, media massa dan yg di lakukan oleh lembaga2 negara seperti lembaga pemasyarakatan
5. Sosialisasi berdasarkan polanya terbagi atas :
Pola sosialisasi represif : sosialisasi yg mengutamakan ketaatan dgn menggunakan kekerasan / ancaman
Pola sosialisasi persuasive : sosialisasi yg menggunakan nasehat atau peringatan
Pola sosialisasi partisipasif : sosialisasi di mana anak diberi hadiah ketika berperilaku baik, menekankan pada keikutsertaan individu dalam proses sosial.
6. Tahap tahap sosialisasi
Tahap persiapan (prepatory stage), Tahap ini dialami manusia sejak manusia dilahirkan, saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang dirinya. Contohnya : Kata “makan” yang diajarkan oleh seorang ibu kepada seorang anak balita walaupun anak itu belum tahu arti makan sebenarnya.
Tahap meniru (play stage), Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran yang dilakukan oleh orang dewasa Contohnya anak2 mencoba mempraktekkan menjadi seorang polisi, guru, dll
Tahap siap bertindak ( game stage ), tahap ini seorang anak sudah kurang untuk meniru melainkan dia sudah memainkan secara langsung memainkan perannya sendiri dengan penuh kesadaran Contohnya seorang anak sudah bias menilai suatu peran misalnya polisi menjaga keamanan, dll
Tahap penerimaan norma kolektif ( generalized stage ), Tahap ini seseorang sudah dianggap dewasa dimana dia sudah bisa menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Contohnya seseorang anak telah mampu menjalankan peranannya dgn baik misalnya sebagai seorang siswa dia akan ke sekolah dan belajar
7. Agen / Media sosialisasi adalah pihak-pihak yang berperan dalam proses sosialisasi
Keluarga
Kelompok / teman bermain
Sekolah
Media massa
Lingkungan kerja
8. Tujuan sosialisasi
Memberi keterampilan yg dibutuhkan seseorang dlm kehidupannya di tengah-tengah masyarakat
Mengembangkan kemampuan seseorang untuk berkomunikasi secara efektif
Kemampuan seseorang mengendalikan fungsi-fungsi organik melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat
Menanamkan kepada seseorang nilai-nilai dan kepercayaan pokok yg ada pada masyarakat
KEPRIBADIAN
1. Pengertian Kepribadian :
M.A.W. Brower berpendapat, bahwa kepribadian adalah corak tingkahlaku sosial yang meliputi corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini dan sikap-sikap seseorang
Yinger kepribadian adalah keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan sistem kecendrungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi telah dilaluinya
Cuber mengatakan bahwa kepribadian adalah gabungan keseluruhan sifat-sifat yang tampak dan dapat dilihat dari seseorang
Kepribadian adalah ciri-ciri atau sifat khas yang mewakili sikap atau tabiat seseorang yang mencakup pola-pola pemikiran & perasaan, konsep diri, perangai, mentalitas, yang umumnya sejalan dengan kebiasaan umum
kepribadian merupakan integrasi dari keseluruhan kecendrungan seseorang untuk berperasaan, berkehendak, berpikir, bersikap, dan berbuat sesuai dengan pola perilaku tertentu.
2. Faktor-fator yang mempengaruhi kepribadian :
Kalau kita perhatikan, kepribadian individu sangat beragam. Hal ini terjadi karena selain pengaruh sosialisasi ada hal lain yang mempengaruhi pembentukan tersebut yaitu :
• Faktor keturunan / faktor biologis / Keadaan FisikSetiap manusia mempunyai keadaan fisik yang berbeda dari orang lain. Perbedaan fisik anak menimbulkan perbedaan perlakuan dari orang sekitarnya. Anak yang fisiknya lemah cenderung dilindungi secara berlebihan sehingga tumbuh menjadi pribadi yang tidak berani mencoba hal-hal baru. Bandingkan jika anak secara fisik kuat dan jarang sakit, bagaimana perlakuan yang diterimanya dari orang lain? Hal tersebut mempengaruhi anak dalam membentuk konsep diri dan akhirnya mempengaruhi model kepribadiannya. Keadaan fisik seseorang diwarisi dari ayah dan ibunya. Ketika berada dalam kandungan, perkembangan individu sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi dari ibu dan keadaan kejiwaan ibu. Jika asupan nutrisi dan keadaan kejiwaan ibu baik, anak akan tumbuh baik begitupun sebaliknya. Beberapa penyakit juga diturunkan dari orangtua, seperti diabetes, darah tinggi dan kelainan darah. Menurut penelitian, kemampuan IQ anak pun dipengaruhi oleh IQ orangtua kandungnya
• Faktor lingkungan alam / lingkungan fisik ( factor geografis )Lingkungan fisik seperti perbedaan kesuburan tanah dan kekayaan alam akan mempengaruhi kepribadian penduduknya. Menurut penelitian mengenai mereka yang tinggal didaerah tandus, panas dan miskin cenderung lebih keras menghadapi hidup dan tega menghadapi orang lain. Sedangkan lingkungan fisik yang subur menghasilkan kepribadian yang ramah, lebih santai dan terbuka pada orang lain
• Faktor lingkungan social / factor kebudayaanSetiap kebudayaan menyediakan seperangkat norma sosial budaya yang berbeda dari masyarakat lain. Norma sosial budaya ini mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang. Perbedaan nilai dan norma kebudayaan signifikan terhadap perbedaan kepribadian. Misalnya orang yang berasal dari suku di luar Jawa akan melihat orang Jawa sebagai individu yang halus baik tuturkata maupun gerakannya. Perempuan Jawa pantang berbicara dan tertawa keras. Sedangkan oorang dari sukubangsa Batak seolah-olah selalu berbicara dengan suara lantang
• Faktor kelompok manusia ( pengalaman kelompok )Melalui pergaulan kelompok seseorang akan menilai dirinya sesuai dengan nilai kelompoknya. Pembentukan kepribadian dipengaruhi nilai kelompok masyarakatnya. Contohnya individu mendapatkan pengalaman dari teman-teman sebaya atau teman sepermainan.
• Pengalaman UnikPerbedaan kepribadian terjadi karena pengalaman yang dialami seseorang itu unik dan tidak ada yang menyamai. Misalnya seorang anak di waktu kecil belajar naik sepeda dan jatuh. Sejak itu ibu selalu melarang jika anak ingin mencoba naik sepeda lagi karena takut anak jatuh. Larangan tersebut mempengaruhi pembentukan kepribadian, menyebabkan anak tumbuh menjadi pribadi yang tidak berani mencoba hal-hal baru karena takut gagal.
Latihan
1. Peter L. Berger berpendapat bahwa anak belajar menjadi anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat melalui proses….
a. Adaptasi
b. Rasionalisasi
c. Peniruan
d. Sosialisasi
e. Identifikasi
2. Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang yang sangat berarti ( signifikan other ) bagi anak pada masa pertumbuhannya adalah….
a. Ayah
b. Ibu
c. Pengasuh
d. Guru
e. Kakak
3. Berikut ini yang tidak termasuk media sosialisasi adalah….
a. Teman sepermainan
b. Keluarga
c. Pasar
d. Sekolah
e. Media massa
4. Sosialisasi bertujuan untuk….
a. Membentuk sifat seseorang
b. Membentuk ciri-ciri lahir
c. Mengembangkan bakat
d. Membentuk kepribadian
e. Menanamkan nilai-nilai
5. Untuk pertama kali seseorang menyadari bahwa dirinya memiliki peran tertentu dalam pergaulan terjadi pada tahap….
a. Prepatory stage
b. Game stage
c. Generalized other
d. Play stage
e. internalisasi
6. sosialisasi berlangsung melaui proses….
a. Ceramah
b. Pembinaan
c. Interaksi social
d. Larangan
e. Perintah
7. Yang sangat berpengaruh dalam pembentukan kepribadian seseorang adalah ketika berada di….
a. Sekolah
b. Keluarga
c. Lingkungan kerja
d. Lingkungan masyarakat
e. Teman sepermainan
8. Keluarga merupakan media sosialisasi yang penting karena keluarga….
a. Memenuhi kebutuhan fisik manusia
b. Menjamin perlindungan anak
c. Perantara pertama pengenalan nilai dan norma terhadap anak
d. Menjamin kesehatan anak
e. Menetukan martabat anak
9. Sosialisasi yang tidak sempurna dapat mengakibatka….
a. Sikap apatis
b. Penyimpangan dari pola perilaku masyarakat ( perilaku menyimpang )
c. Penyimpangan dari subkebudayaan
d. Penyesuaian kebudayaan
e. Penyesuaian pola perilaku
10. Lingkungan sekolah merupakan salah satu media sosialisasi karena sekolah berfungsi sebagai….
a. Tempat pertemuan anak
b. Lembaga social
c. Memiliki berbagai fasilitas pendidikan
d. Menyalurkan berbagai nilai dan norma social
e. Menggantikan peranan keluarga
11. Salah satu kebijaksanaan orang tua yang paling baik dalam proses sosialisasi pada anak adalah….
a. Menekan anak dalam pendidikan
b. Memberikan handphone kepada anak agar mudah di control
c. Mengendalikan anak secara wajar
d. Memaksa anak agar selalu juara kelas
e. Menyewa pengaruh anak untuk menganti peran orang tua
12. Seorang anak memerlukan sosialisasi agar….
a. Mampu memerankan akal budinya
b. Dapat berdiri sendiri
c. Dapat memanfaatkan sumber daya manusia
d. Tidak tertinggal oleh masyarakat lain
e. Mampu hidup dengan baik di masyarakat
13. Sosialisasi melalui TV akan meberikan dampak positif dan negative. Dampak positifnya adalah meningkatkan….
a. Kekerasan
b. Sikap brutal
c. Sikap konsumtif
d. Pengetahuan
e. Sikap pergaulan bebas
14. Proses sosialisasi dalam bentuk pendidikan dan pengajaran yang dirancang secara sengaja terjadi di dalam….
a. Sekolah
b. Kehidupan keluarga
c. Pergaulan dengan teman sebaya
d. Media massa
e. Lingkungan kerja
15. Hal-hal berikut yang merupakan ciri-ciri sosialisasi persuasive….
a. Pemberian hukuman
b. Pemberian sanksi
c. Pemenuhan segala kebutuhan
d. Pemberian peringatan / nasehat
e. Pemberian barang-barang berharga
16. Kepribadian seseorang di pengaruhi oleh adanya kelompok manusia lainnya. Hal ini disebabkan karena….
a. Manusia merupakan makhluk social
b. Kebutuhan manusia bervariasi
c. Manusia terdiri atas jasmani & rohani
d. Manusia adalah makhluk yang khas
e. Manusia adalah mahkluk ciptaan Tuhan
17. Bentuk kebudayaan suatu bangsa yang dipengaruhi oleh kondisi alam merupakan bukti bahwa manusia adalah….
a. Mahkluk social
b. Memerlukan lingkungan
c. Mahkluk yang paling sempurna
d. Mahkluk yang berkepribadian
e. Melakukan proses adaptasi
18. Hubungan antara sosialisasi dan kepribadian adalah….
a. Kepribadian terbentuk karena adanya proses sosialisasi
b. Kepribadian berfungsi efektif dalam proses sosialisasi
c. Kepribadian menentukan terjadinya proses sosialisasi
d. Kepribadian adalah satu-satunya factor sosialisasi
e. Sosialisasi adalah satu-satunya pembentuk kepribadian
19. Kepribadian seseorang sangat ditentukan oleh proses sosialisasi karena kepribadian berkembang dari….
a. Proses alam
b. Proses biologis
c. Proses belajar terhadap alam
d. Proses belajar terhadap lingkungan social
e. Tindakan sosial
20. Keseluruhan sikap, sifat khas yang mewakili sikap atau tabiat seseorang mencakup pola-pola pemikiran dan perasaan, konsep diri, perangai mentalis yang umumnya sejalan dengan kebiasaan umum di sebut….
a. Kepribadian
b. Karakter
c. Watak
d. Sikap
e. Mentalis
Sabtu, 25 Agustus 2012
Jumat, 13 Januari 2012
TINDAKAN SOSIAL & INTERAKSI SOSIAL
Standar Kompetensi :
Memahami perilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat
Kompetensi Dasar :
Mendekripsikan proses interaksi social sebagai dasar pengembangan pola keteraturan dan dinamika kehidupan social
Indicator :
1. Mendefenisikan interaksi social dan dinamika social
2. Menjelaskan factor-faktor yang mendorong terjadinya iteraksi social da dinamika social
3. Menjelaskan hubunga antara interaksi social dan keteraturan social
Materi Pokok :
interaksi social dan dinamika social
TINDAKAN SOSIAL & INTERAKSI SOSIAL
A. TINDAKAN SOSIAL
1. PENGERTIAN TINDAKAN SOSIAL
Menurut Sitorus ,
Tindakan social adalah perbuatan atau perilaku atau aksi yang dilakukan manusia yang mempunyai tujuan tertentu.
Tetapi perlu diketahui bahwa tidak semua tindakan manusia dapat digolongan sebagai tindakan social, suatu tindakan manusia dapat dikatakan sebagai tidakan social apabila dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain. Sebagai contoh : seorang dikatakan belajar apabila teman-teman di kelasnya juga ikut belajar. Bukan hanya seorang siswa berada di dalam kelas dikatakan belajar tetapi apabila dia memperhatikan guru dan teman2nya yang juga belajar.
2. JENIS-JENIS TINDAKAN SOSIAL
Menurut Max Weber, tindakan social terdiri atas :
1. TINDAKAN RASIONAL INSTRUMEN adalah tindakan social yang dilakukan seeorang berdasarkan pertimbangan dan pilihan sadar yang berhubungan dengan tindakan itu dan keterseiaan alat yang ddigunakan untuk mencapai tujunnya
Contoh : seorang siswa yang bercita-cita ingin menjadi seorang dokter sehingga tinakannya untuk memenui tujuan tersbut yaitu harus belajar dengan rajin.
2. TINDAKAN RASIONAL BERORIENTASI NILAI adalah tindakan seseorang yang bersifat rasional dan memperhitungkan manfaatnya. Atau tindakan social yang berorientasi kepada sebuah nilai social
Contoh : seorang rajin beribadah/sembahyang karena dia memikirkan manfaatnya yaitu ingin masuk surge dan mendapatkan pahala, dimana sembahyang mengandung nilai-nilai religius.
3. TINDAKAN TRADISIONAL adalah tindakan yang dilakukan seseorang erdasarkan kebiasaan turun-temurun yang berasal dari nenek moyang.
Contoh : upacara-upacara adat yang dilakukan misalnya membuat sesaji saat pesta panen
4. TINDAKAN AFEKTIF adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang karena atas dasar perasaan atau emosi.
Contoh : seseorang bersorak kegirangan karena ketika menonton Real Madrid sebagai tim kesayangannya menang atas kesbelasan Barcelona
B. INTERAKSI SOSIAL
1. PENGERTIAN INTERAKSI SOSIAL
interaksi sosial ad/ hubungan-hubungan sosial dinamis yg menyangkut hubungan antara orang-orang, kelompok manusia, maupun perorangan dgn kelompok manusia.
Interaksi terjadi apabila satu individu melakukan tindakan sehingga menimbulkan reaksi dari individu-individu lainnya
2. SYARAT-SYARAT TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL
1. KONTAK SOSIAL
Syani (2002), berpendapat bahwa kontak sosial adalah hubungan antara satu org atau lebih melalui percakapan dgn saling mengerti tentang maksud dan tujuan masing-masing dalam kehidupan masyarakat, konflik sosial dengan pihak yg lainnya.
Kontak sosial bisa secara langsung maupun tdk langsung. Adapun contohnya adalah:
Secara langsung: bisa berupa bertatap muka dan berdialog antara dua pihak atau lebih.
Secara tdk langsung: hubungan melalui perantara misalnya handphone, radio, surat, dsb.
2. KOMUNIKASI
Komunikasi adalah suatu proses saling memberikan tafsiran kepada atau dari perilaku orang lain (yg berwujud pembicaraan, gerak-gerak badaniah atau sikap), perasaan-perasaan yg ingin disampaikan oleh orang tsb.
Dengan adanya komunikasi tersebut, sikap-sikap dan perasaan suatu kelompok manusia atau perorangan dapat diketahui oleh orang maupun kelompok manusia lainnya.
Menurut Charles P. Loomis, ciri-cirinya yaitu :
• Ada pelaku dgn jumlah lebih dari satu orang
• Ada komunikasi antarpelaku dgn menggunakan simbol-simbol.
• Ada dimensi waktu (masa lampau, masa kini, dan masa mendatang) yg menentukan sifat aksi yg sedang berlangsung.
• Ada tujuan-tujuan tertentu, terlepas dari sama atau tidaknya tujuan tersebut dengan yang diperkirakan oleh pengamat.
3. JENIS-JENIS INTERAKSI SOSIAL
1. INDIVIDU DENGAN INDIVIDU
Contoh :
2. INDIVIDU DENGAN KELOMPOK
Contoh :
3. KELOMPOK DENGAN KELOMPOK
Contoh :
4. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTERAKSI SOSIAL
Menurut Soerjono Soekanto factor yag mempengaruhi terjadinya interaksi social yaitu :
1. IMITASI adalah Tindakan sosial meniru sikap,tindakan dll seorang secara berlebihan. Imitasi dapat bersifat positif
Contoh : seorang siswa meniru cara berpakaian gurunya yang rapi. Atau dapat pula bersifat negative contoh: seorang siswa meniru cara berpenampilan seorang artis ; rambut Gondrong ,memakai anting , memakai gelang dan kalung berlebihan.
2. SUGESTI adalah pemberian pengaruh atau pandangan atau sikap atau perilaku sehingga orang yang mendapat pengaruh tersebut akan mengikuti tanpa berpikir secara rasional.
Contoh : iklan yang diperankan oleh seorang artis yang menyarankan untuk menggunakan handphone terbaru kemudian di ikuti olh seorang siswa tanpa memperhitungkan harganya
3. IDENTIFIKASI adalah kecendrungan atau keinginan dari dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain, umumnya yang menjadi objek identifikasi adalah seorang idola.
Contoh : seorang yang meniru penampilan, sikap dan gaya hidup idolanya yaitu Phasa UNGU jadi dia meniru gaya rambut, gaya berpakaian, dll. Umumnya identifikasi lebih mendalam daripada imitasi karena dalam ientifikasi yang di tiru adala semua hal.
4. SIMPATI adalah proses dimana seseorang mersa tertarik terhadap situasi atau keadaan orang lain, sehingga dia akan merasa bahwa dia megalai seperti yang di alami orang lain
Contoh : seeorang yang merasa kasihan ketika mendengar orang tua temannya meninggal dunia
5. EMPATI adalah simati yang sangat mendalam yang dirasakan oleh orang lain
Contoh : seseorang yang ikut menangis ketika mendengar orag tua temannya meninggal dunia
5. BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL
Menurut Gillin & Gillin ada beberapa bentuk interaksi social yaitu :
1. INTERAKSI SOSIAL BERSIFAT ASOSIATIF : proses interaksi social yang asosiatif cenderung menciptakan persatuan dan meningkatkan solidaritas diantara orang perorangan atau antara kelompok yang satu dengan klompok lain. Interaksi social yang asosiatif meliputi kerjasama, aomodasi, asimilasi dan akulturasi yang akan di jabarkn sebagai berikut :
1. KERJASAMA : adalah bergabungnya atau berinteraksinya individu2 atau sekelompok orang dengan kelopok lain untuk meencapai tujuan bersama. Dimana kerjasama itu timbul apabila mereka menyadari memiliki kepentingan yang sama. Secara umum bentuk kerjasama yaitu :
A. KERUKUNAN mencakup kegiatan yang sama mencakup gotong royong dan tolong menolong. Contoh : kerukunan antara umat beragama yang berbeda
B. BARGAINING ( TAWAR-MENAWAR ) adalah pelaksanaan perjanjian tentang pertukaran barang atau jasa antara dua oraganisasi atau dua orang atau lebih. Contoh : interaksi antara penjual dan pembeli di pasar
C. KOOPTASI ( COOPTATION ) adalah proses penerimaan unsur2 baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi. Contoh : interaksi social antara orang2 yang pro reformasi dengan orang2 yang masih pro seoharto pada saat terjadinya reformasi tahun 1998
D. KOALISI ( COALITION ) adalah kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mmpunyai tujuan bersama. Contoh : koalisi antara partai democrat, partai golkar, PKS, PAN dalam mencalonkan SBY untuk menjadi presidn RI
E. JOINT VENTURE adalah kerjasama dalam pengusahaan proyek2 tertentu. Contoh : perusahaan PT.Haji Kalla dengan PT. WIKA dalam proyek pembangunan jalan trans Parepare - Makassar
2. AKOMODASI :
Istilah akomodasi di prgunakan dalam dua arti yaitu :
1. Menunjuk pada suatu keadaan yaitu suatu keadaan keseimbangan dalam interaksi social antara orang perorangan atau kelompok dengan kelomok manusia
2. Menunjuk pada suatu proses yaitu usaha manusia untuk meredakan ketegangan atau pertentangan atau konflik untuk mencpai kestabilan dalam masyarakat
Secara umum akomodasi terjadi dalam bentuk :
A. PEMAKSAAN ( COERCION ) adalah suatu bentuk akomodasi yang berlangsung dengan cara adanya pemaksaan dari salah satu pihak yang berkuasa
Contoh : ketika terjadi konflik maka polisi sebagai pihak yang berkuasa memaksa warga masyarakat untuk menghentikan konflik. Cara polisi memaksa bisa dengan menggunakan senjata
B. KOMPROMI ( COMPROMISE ) adalah suatu bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat perselisihan saling mngurangi tuntututannya agar tercipa penyesuaian terhadap perselisihan tersebut.
Contoh : seorang pengendara motor di tilang oleh polisi karena melanggar praturan lalu lintas lalu si pengendara motor menawarkan kompromi agar tidak di tilang dengan cara langsung membayar dengan sejumlah uang
C. ARBITRASI ( ARBITRATION ) adalah suatu cara mencapai kesepakatan dimana pertikaian atau koflik di selesaikan oleh pihak ketiga yang di pilih oleh kedua belah piak yang bertikai, ddimana pihak ketiga tersebut berhak mengambil eputusan atas peyelesaian konflik dan harus di ikuti oleh pihak yang bertikai
Contoh : wasit sebagai pihak ketiga yang memimpin pertandingan sepak bola antara Real Madrid VS Barcelona berhak mengeluarkan kartu kuning atau kartu merah atau meneukan sbuah aksi meupajan seuah pelanggaran dan harus di patuhi oleh keedua tim yang lagi bertanding
D. MEIASI ( MEDIATION ) adalah penyelesaian konflik dengan mengundang pihak ketiga yang bersifat netral yang hanya bertugas memberikan nasehat tetapi tidak berhak mengambil keputusan untuk kedua pihak yang bertikai
Contoh : kak seto sebagai pihak ke tiga melakukan mediasi antara ahmad dani dengan istrinya dalam menentukan hak asuh dari anak-anak mereka.
E. KONSILIASI ( CONCILIATION ) adalah suatu usaha uuntuk mempertemukan keinginan dari pihak-pihak yang bertikai demi mencapai tujuan bersama. Dan biasanya tertuang dalam suatu perjanjian bersama
Contoh : perjanjian Helzinsky adalah upaya konsiliasi antara pemerintah RI dengan GAM dmana berisi prjanjian bahwa GAM tidak akan menuntuk kemerdekaan apabila di berikan kebebasan untuk memiliki partai politik tersendiri dan secara khusus daerah Aceh menjalankan syariat Islam ebagai hukum yang formal
F. TOLERANSI ( TOLERANTION ) adalah bentuk akomodasi yang terjadi secara tidak sadar dan tanpa perstujuan formal
Contoh : kelas yang tidak belajar brtoleransi kepada kelas yang lagi belajar dengan tidak membuat keributan yang menganggu konsentrasi siswa yang agi belajar
G. AJUDIKASI ( ADJUDICATION ) addalah penyeleaian konflik atau pertentangan melalui lmbaga pengadilan
Contoh : perceraian Anang dan Krisdayanti di selesaikan di pengadilan agama
H. STALEMATE adalah bentuk akomodasi dimana terjadi karena kedua pihak yang bertikai mempunyai kekuatan yang seimbang. Sehingga mereka berhenti untuk bertikai
Contoh : perang antara Amerika dan Vietnam berhenti karena kekuatan mereka seimbang
3. ASIMILASI : adalah proses social yang ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan yang terdapat antara beberapa orang atau antar kelompok untuk kepentingan bersama. Unsur kebudayaan baru timbu akibat pergaulan orang-orang dari kelompok yang brlainan. Unsur kebuadayaan yang baru tersebut bereda dengan kedua kebuadayaan yang brtemu dan masuk kedalam kebudayaan
Contoh : terjadinya perkawinan campuran antara seorang laki-laki bersuku jawa kawin dengan seorang peremuan bersuku bugis dimana anak yang dihasilkan akan mengetahui kebudayaan suku bapak dan keudayaan suku ibunya.
Factor yang mendorong terjadiya asimilasi yaitu :
• Sikap toleransi
• Kesempatan yang sama di berbagai bidang
• sikap mengargai orang asing dan kebudayaannya
• sikap terbua dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat
• persamaan dalam unsurunsur kebudayaan
• adanya musuh bersama dari luar
factor yang menghamat trjadinya asimilasi yaitu :
• terisolasinya suatu kbudayaan
• kurangnya pngetahuan suatu golongan tertentu mengenai kbudayaan golongan lain
• perasaan takut terhadap kebudayaan lain
• perasaan bahwa golongannyalah yag trbaik
• perbedaan ciri-ciri fisik antar kelompok
• prbedaan kpentingan anara kelompok
4. AKULTURASI : adalah suatu proses dimana kelompok manusia dengan suatu kebudayaantertentu dihadapa pada unsur kebudayaan asing yang berbeda. Unsur kebudayaan asing itu lambat laun akan diteima dan diolah kedalam kebudaaan sendiri tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan sendiri.
Contoh : masuknya alat-alat pertanian modern seperti traktor awalnya jarang digunakan oleh para petani di Indonesia tetapi lambat laun semua petani di Indonesia menggunakan mesin traktor untuk mengolah sawah
2. INTERAKSI SOSIAL BERSIFAT DISSOSIATIF : proses interaksi social yang dissosiatif cenderung menciptakan perpecahan atau merenggangkan hubugan yang terjalin baik antara orang perorangan atau antar kelopok dengan kelompok lain Interaksi social disosiatif terjadi dalam bntuk prsaingan,, kontravensi dan konflik atau prtikaian yang akan di jabarkan sebagai berikut :
1. PERSAINGAN ( COMPETITION ) adalah suatu proses yang itandai dimana stiap individu atau kelompok bersaing mencari keuntungan melalui bdang-bidang khidupan. Bentuk –bentuk prsaingan dapat di lihat dalam bentuk :
• Persaingan ekonomi. Contohnya persaigan diskon antara penjual yang satu dngan yang lain
• Persaingan kebudayaan. Contohnya persaingan antara kebudayaan orang barat engan kebudayaan indonesia
• Prsaingankedudukan dan peran. Contohnya persaingan dalam pmilu untuk menjadi walikota parepare
• Persaingan ras. Contohnya persaingan antara ras kulit hitam dengan kulit putih
2. KONTRAVENSI ( CNTRAVENTION ) adalah prose interkasi yang ditandai adanya ketidak pastian engenai diri seseorang, prasaan tidak suka yang di sembunyikan. Kebencian atau keraguan. Kontravensi juga dapat diartikan sebagai sikap mental termbunyi bisa berupa kebencian, dll terhadap orang lain atau kelopok lain
Contoh : menghasut orang lain untuk menyerang kelompok lain yang ia benci. Termasuk demonstrasi yang memprotes kelompok lain
3. PERTENTANGAN / PERTIKAIAN ( CONFLICT ) adalah suatu interaksi social imana idividu tau klompok berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menantng pihak lawan dengan mengancam atau kekerasan. Konflik terjdi karena adadnya perbedaan kepentingan, perbeaan kebudayaan, perbedaan ciri-ciri fisik, masalah emosi dan perbedaan perilaku.
Contoh : perkelahian antar dua orang atau perang
C. KETERATURAN SOSIAL SEBAGAI HASIL INTERAKSI SOSIAL
Setiap manusia mendambakan keteraturan, ketrtiban dan damaian dalam masyrakat sesuai dengan nilai social dan norma social yang berlaku dalam masyrakat. Keteraturan social adalah suatu keadaan yang berciri hubungan social yang berlangsung antara anggota-anggota masyrakat tercermin adanya keselarasan, keserasian dan keharmnisan sesuai dngan nilai social dan norma social yang berlaku. Ada beberapa unsur keteraturan social yaitu tertib social, order, keajekan dan pola yang akan di jabarkan sebagai berikut :
1. TERTIB SOSIAL adalahgambaran tentang kondisi kehidupan suatu masyarakat yang teratur, dinamis dan aman sebagai akibat adanya hubungan yang selaras antara tindaka, norma dan nilai social dalam interaksi social.
Contoh : setiap orang mematuhi peraturan lalu lintas sehingga dijalan akan tertib dan teratur
2. ORDER adalah system norma dan nilai-nilai social yang berkembang, diakui, dan dipatuhi oleh seluruh anggota masyrakat
Contoh : peritah walikota kepada seluruh masyrakat parpare untuk membersihakan lingkungan rumah dan jalan agar parepare bisa meraih piala adipura
3. KEAJEKAN adalah gambaran suatu kondisi keteraturan social yang tetap dan relative tidak berubah sebagai hasil hubungan yang selaras antara tindakan, norma, dan nlai dalam interaksi social
Contoh : setiap siswa pergi ke sekolah tepat waktu, mnggunakan pakaian seragam yang rapi, mengikuti pelajaran dan kgiatan lain di skolah
4. POLA adalah gambaran atau corak hubungan social yang telah tetap dalam interaksi social
Contoh : seorang anak harus menghormati orang tua dan gurunya
LATIHAN KOMPETENSI DASAR 3 :
MENDESKRIPSIKAN PROSES INTERAKSI SOSIAL SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN POLA KETERATURAN DAN DINAMIKA KEHIDUPAN SOSIAL
1. Ada dua orang atau lebih merupakan salah satu ciri dari….
a. Mobilitas social
b. Interaksi social
c. Stratifikasi social
d. Nilai social
e. Norma social
2. Dampak dari imitasi adalah….
a. Meningkatkan kreatifitas
b. Melemahkan daya kreasi
c. Mengembangkan potensi
d. Mengurangi popularitas
e. Memotivasi perilaku menyimpang
3. Seseorang yang terpengaruh oleh ucapan orang lain di sebut….
a. Sugesti
b. Imitasi
c. Identifikasi
d. Simpati
e. Empati
4. Bentuk inetaksi social yang meningkatkan solidaritas atau bersifat menyatukan adalah….
a. Proses asosiatif
b. Proses disosiatif
c. Asimilasi
d. Akulturasi
e. Akomodasi
5. Berpadunya dua kebudayaan yang berbeda dan membentuk suatu kebudayaan baru dengan tidak menghilangkan ciri-ciri kepribadian masing-masing disebut….
a. Akomodasi
b. Asimilasi
c. Akulturasi
d. Kerjasama
e. Konflik
6. Untuk mredakan perselisihan diperlukan pihak ketiga yang netral disebut….
a. Koersif
b. Konsiliasi
c. Mediasi
d. Arbitrasi
e. Kompromi
7. Persaingan merupakan proses social yang bersifat asosiatif yang edua blah pihak saling….
a. Netral
b. Sportif
c. Curiga
d. Kwatir
e. Berselisih
8. Ada perasaan kecurigaan dari pihak lain merupakan tanda adanya….
a. Persaingan
b. Konflik
c. Kerjasama
d. Kontravensi
e. Asimilasi
9. Kekerasan dan ancaman merupakan dampak dari proses….
a. Kontravensi
b. Persaingan
c. Konflik
d. Kerjasama
e. Asimilasi
10. ada komunikasi dan symbol atau lambing adalah merupakan ciri-ciri dari….
a. Stratifikasi sosial
b. Interaksi social
c. Nilai social
d. Mobilitas social
e. Norma social
11. Peniruan yang hanya pada gayaseseorang saja di sebut….
a. Identifikasi
b. Imitasi
c. Simpati
d. Empati
e. Sugesti
12. Simpati yang mendalamhingga mempengaruhi fisik dan psikis seseorang di sebut….
a. Imitasi
b. Identifikasi
c. Simpati
d. Empati
e. Sugesti
13. Bung Karno di kenal sebagai orator ulung dalam membangkitkan semangat nasionalisme rakyat Indonesia, hal ini merupakan contoh dari….
a. Sugesti
b. Identifikasi
c. Simpati
d. Empati
e. Imitasi
14. Sosiolog ( ahli sosiologi ) yang menyatakan bahwa intraksi social terdiri atas interaksi social yang asosiatif dan disosiatif adalah….
a. Auguste Comte
b. Gillin dan Gillin
c. Soerjono Soekato
d. Koentjaraningrat
e. Selo Soemardjan
15. Asimilasi dan akulturasi merupakan bentuk interaksi sosil dari….
a. Kerjasama
b. Kontravensi
c. Persaingan
d. Asosiatif
e. Disosiatif
16. Kak Seto sebagai pihak ketiga hanya berperan sebagai penasehat merupakan contoh dari….
a. Arbitrasi
b. Konsiliasi
c. Kompromi
d. Koersi
e. Mediasi
17. PT. Kalla Mix telah bekerjasama dengan PT. Wika dalam proyek pembangunan jalan poros Makassar - Parepare. Hal ini merupakan salah satu bentuk kerjasama dari….
a. Bargaining
b. Koalisi
c. Joint venture
d. Kooptasi
e. Kerukunan
18. Pertengahan antara persaingan dan konflik adalah….
a. Konsiliasi
b. Kontravensi
c. Koalisi
d. Mediasi
e. Arbitrasi
19. Ada koban jiwa, korban harta, dan dapat menghilangkan kepribadianseseorang merupakan akibat dari….
a. Kontravensi
b. Persaingan
c. Akomodasi
d. Bargaining
e. Konflik
20. Interaksi social yang disosiatif ada tiga bentuk, yaitu….
a. Kompetisi, kontravensi, konflik
b. Kompetisi, persaingan, konflik
c. Konflik, perbedaan, persaingan
d. Fitnah, intimidasi, persaingan
e. Disintegrasi, disfungsional, disorganisasi
Memahami perilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat
Kompetensi Dasar :
Mendekripsikan proses interaksi social sebagai dasar pengembangan pola keteraturan dan dinamika kehidupan social
Indicator :
1. Mendefenisikan interaksi social dan dinamika social
2. Menjelaskan factor-faktor yang mendorong terjadinya iteraksi social da dinamika social
3. Menjelaskan hubunga antara interaksi social dan keteraturan social
Materi Pokok :
interaksi social dan dinamika social
TINDAKAN SOSIAL & INTERAKSI SOSIAL
A. TINDAKAN SOSIAL
1. PENGERTIAN TINDAKAN SOSIAL
Menurut Sitorus ,
Tindakan social adalah perbuatan atau perilaku atau aksi yang dilakukan manusia yang mempunyai tujuan tertentu.
Tetapi perlu diketahui bahwa tidak semua tindakan manusia dapat digolongan sebagai tindakan social, suatu tindakan manusia dapat dikatakan sebagai tidakan social apabila dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain. Sebagai contoh : seorang dikatakan belajar apabila teman-teman di kelasnya juga ikut belajar. Bukan hanya seorang siswa berada di dalam kelas dikatakan belajar tetapi apabila dia memperhatikan guru dan teman2nya yang juga belajar.
2. JENIS-JENIS TINDAKAN SOSIAL
Menurut Max Weber, tindakan social terdiri atas :
1. TINDAKAN RASIONAL INSTRUMEN adalah tindakan social yang dilakukan seeorang berdasarkan pertimbangan dan pilihan sadar yang berhubungan dengan tindakan itu dan keterseiaan alat yang ddigunakan untuk mencapai tujunnya
Contoh : seorang siswa yang bercita-cita ingin menjadi seorang dokter sehingga tinakannya untuk memenui tujuan tersbut yaitu harus belajar dengan rajin.
2. TINDAKAN RASIONAL BERORIENTASI NILAI adalah tindakan seseorang yang bersifat rasional dan memperhitungkan manfaatnya. Atau tindakan social yang berorientasi kepada sebuah nilai social
Contoh : seorang rajin beribadah/sembahyang karena dia memikirkan manfaatnya yaitu ingin masuk surge dan mendapatkan pahala, dimana sembahyang mengandung nilai-nilai religius.
3. TINDAKAN TRADISIONAL adalah tindakan yang dilakukan seseorang erdasarkan kebiasaan turun-temurun yang berasal dari nenek moyang.
Contoh : upacara-upacara adat yang dilakukan misalnya membuat sesaji saat pesta panen
4. TINDAKAN AFEKTIF adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang karena atas dasar perasaan atau emosi.
Contoh : seseorang bersorak kegirangan karena ketika menonton Real Madrid sebagai tim kesayangannya menang atas kesbelasan Barcelona
B. INTERAKSI SOSIAL
1. PENGERTIAN INTERAKSI SOSIAL
interaksi sosial ad/ hubungan-hubungan sosial dinamis yg menyangkut hubungan antara orang-orang, kelompok manusia, maupun perorangan dgn kelompok manusia.
Interaksi terjadi apabila satu individu melakukan tindakan sehingga menimbulkan reaksi dari individu-individu lainnya
2. SYARAT-SYARAT TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL
1. KONTAK SOSIAL
Syani (2002), berpendapat bahwa kontak sosial adalah hubungan antara satu org atau lebih melalui percakapan dgn saling mengerti tentang maksud dan tujuan masing-masing dalam kehidupan masyarakat, konflik sosial dengan pihak yg lainnya.
Kontak sosial bisa secara langsung maupun tdk langsung. Adapun contohnya adalah:
Secara langsung: bisa berupa bertatap muka dan berdialog antara dua pihak atau lebih.
Secara tdk langsung: hubungan melalui perantara misalnya handphone, radio, surat, dsb.
2. KOMUNIKASI
Komunikasi adalah suatu proses saling memberikan tafsiran kepada atau dari perilaku orang lain (yg berwujud pembicaraan, gerak-gerak badaniah atau sikap), perasaan-perasaan yg ingin disampaikan oleh orang tsb.
Dengan adanya komunikasi tersebut, sikap-sikap dan perasaan suatu kelompok manusia atau perorangan dapat diketahui oleh orang maupun kelompok manusia lainnya.
Menurut Charles P. Loomis, ciri-cirinya yaitu :
• Ada pelaku dgn jumlah lebih dari satu orang
• Ada komunikasi antarpelaku dgn menggunakan simbol-simbol.
• Ada dimensi waktu (masa lampau, masa kini, dan masa mendatang) yg menentukan sifat aksi yg sedang berlangsung.
• Ada tujuan-tujuan tertentu, terlepas dari sama atau tidaknya tujuan tersebut dengan yang diperkirakan oleh pengamat.
3. JENIS-JENIS INTERAKSI SOSIAL
1. INDIVIDU DENGAN INDIVIDU
Contoh :
2. INDIVIDU DENGAN KELOMPOK
Contoh :
3. KELOMPOK DENGAN KELOMPOK
Contoh :
4. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTERAKSI SOSIAL
Menurut Soerjono Soekanto factor yag mempengaruhi terjadinya interaksi social yaitu :
1. IMITASI adalah Tindakan sosial meniru sikap,tindakan dll seorang secara berlebihan. Imitasi dapat bersifat positif
Contoh : seorang siswa meniru cara berpakaian gurunya yang rapi. Atau dapat pula bersifat negative contoh: seorang siswa meniru cara berpenampilan seorang artis ; rambut Gondrong ,memakai anting , memakai gelang dan kalung berlebihan.
2. SUGESTI adalah pemberian pengaruh atau pandangan atau sikap atau perilaku sehingga orang yang mendapat pengaruh tersebut akan mengikuti tanpa berpikir secara rasional.
Contoh : iklan yang diperankan oleh seorang artis yang menyarankan untuk menggunakan handphone terbaru kemudian di ikuti olh seorang siswa tanpa memperhitungkan harganya
3. IDENTIFIKASI adalah kecendrungan atau keinginan dari dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain, umumnya yang menjadi objek identifikasi adalah seorang idola.
Contoh : seorang yang meniru penampilan, sikap dan gaya hidup idolanya yaitu Phasa UNGU jadi dia meniru gaya rambut, gaya berpakaian, dll. Umumnya identifikasi lebih mendalam daripada imitasi karena dalam ientifikasi yang di tiru adala semua hal.
4. SIMPATI adalah proses dimana seseorang mersa tertarik terhadap situasi atau keadaan orang lain, sehingga dia akan merasa bahwa dia megalai seperti yang di alami orang lain
Contoh : seeorang yang merasa kasihan ketika mendengar orang tua temannya meninggal dunia
5. EMPATI adalah simati yang sangat mendalam yang dirasakan oleh orang lain
Contoh : seseorang yang ikut menangis ketika mendengar orag tua temannya meninggal dunia
5. BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL
Menurut Gillin & Gillin ada beberapa bentuk interaksi social yaitu :
1. INTERAKSI SOSIAL BERSIFAT ASOSIATIF : proses interaksi social yang asosiatif cenderung menciptakan persatuan dan meningkatkan solidaritas diantara orang perorangan atau antara kelompok yang satu dengan klompok lain. Interaksi social yang asosiatif meliputi kerjasama, aomodasi, asimilasi dan akulturasi yang akan di jabarkn sebagai berikut :
1. KERJASAMA : adalah bergabungnya atau berinteraksinya individu2 atau sekelompok orang dengan kelopok lain untuk meencapai tujuan bersama. Dimana kerjasama itu timbul apabila mereka menyadari memiliki kepentingan yang sama. Secara umum bentuk kerjasama yaitu :
A. KERUKUNAN mencakup kegiatan yang sama mencakup gotong royong dan tolong menolong. Contoh : kerukunan antara umat beragama yang berbeda
B. BARGAINING ( TAWAR-MENAWAR ) adalah pelaksanaan perjanjian tentang pertukaran barang atau jasa antara dua oraganisasi atau dua orang atau lebih. Contoh : interaksi antara penjual dan pembeli di pasar
C. KOOPTASI ( COOPTATION ) adalah proses penerimaan unsur2 baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi. Contoh : interaksi social antara orang2 yang pro reformasi dengan orang2 yang masih pro seoharto pada saat terjadinya reformasi tahun 1998
D. KOALISI ( COALITION ) adalah kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mmpunyai tujuan bersama. Contoh : koalisi antara partai democrat, partai golkar, PKS, PAN dalam mencalonkan SBY untuk menjadi presidn RI
E. JOINT VENTURE adalah kerjasama dalam pengusahaan proyek2 tertentu. Contoh : perusahaan PT.Haji Kalla dengan PT. WIKA dalam proyek pembangunan jalan trans Parepare - Makassar
2. AKOMODASI :
Istilah akomodasi di prgunakan dalam dua arti yaitu :
1. Menunjuk pada suatu keadaan yaitu suatu keadaan keseimbangan dalam interaksi social antara orang perorangan atau kelompok dengan kelomok manusia
2. Menunjuk pada suatu proses yaitu usaha manusia untuk meredakan ketegangan atau pertentangan atau konflik untuk mencpai kestabilan dalam masyarakat
Secara umum akomodasi terjadi dalam bentuk :
A. PEMAKSAAN ( COERCION ) adalah suatu bentuk akomodasi yang berlangsung dengan cara adanya pemaksaan dari salah satu pihak yang berkuasa
Contoh : ketika terjadi konflik maka polisi sebagai pihak yang berkuasa memaksa warga masyarakat untuk menghentikan konflik. Cara polisi memaksa bisa dengan menggunakan senjata
B. KOMPROMI ( COMPROMISE ) adalah suatu bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat perselisihan saling mngurangi tuntututannya agar tercipa penyesuaian terhadap perselisihan tersebut.
Contoh : seorang pengendara motor di tilang oleh polisi karena melanggar praturan lalu lintas lalu si pengendara motor menawarkan kompromi agar tidak di tilang dengan cara langsung membayar dengan sejumlah uang
C. ARBITRASI ( ARBITRATION ) adalah suatu cara mencapai kesepakatan dimana pertikaian atau koflik di selesaikan oleh pihak ketiga yang di pilih oleh kedua belah piak yang bertikai, ddimana pihak ketiga tersebut berhak mengambil eputusan atas peyelesaian konflik dan harus di ikuti oleh pihak yang bertikai
Contoh : wasit sebagai pihak ketiga yang memimpin pertandingan sepak bola antara Real Madrid VS Barcelona berhak mengeluarkan kartu kuning atau kartu merah atau meneukan sbuah aksi meupajan seuah pelanggaran dan harus di patuhi oleh keedua tim yang lagi bertanding
D. MEIASI ( MEDIATION ) adalah penyelesaian konflik dengan mengundang pihak ketiga yang bersifat netral yang hanya bertugas memberikan nasehat tetapi tidak berhak mengambil keputusan untuk kedua pihak yang bertikai
Contoh : kak seto sebagai pihak ke tiga melakukan mediasi antara ahmad dani dengan istrinya dalam menentukan hak asuh dari anak-anak mereka.
E. KONSILIASI ( CONCILIATION ) adalah suatu usaha uuntuk mempertemukan keinginan dari pihak-pihak yang bertikai demi mencapai tujuan bersama. Dan biasanya tertuang dalam suatu perjanjian bersama
Contoh : perjanjian Helzinsky adalah upaya konsiliasi antara pemerintah RI dengan GAM dmana berisi prjanjian bahwa GAM tidak akan menuntuk kemerdekaan apabila di berikan kebebasan untuk memiliki partai politik tersendiri dan secara khusus daerah Aceh menjalankan syariat Islam ebagai hukum yang formal
F. TOLERANSI ( TOLERANTION ) adalah bentuk akomodasi yang terjadi secara tidak sadar dan tanpa perstujuan formal
Contoh : kelas yang tidak belajar brtoleransi kepada kelas yang lagi belajar dengan tidak membuat keributan yang menganggu konsentrasi siswa yang agi belajar
G. AJUDIKASI ( ADJUDICATION ) addalah penyeleaian konflik atau pertentangan melalui lmbaga pengadilan
Contoh : perceraian Anang dan Krisdayanti di selesaikan di pengadilan agama
H. STALEMATE adalah bentuk akomodasi dimana terjadi karena kedua pihak yang bertikai mempunyai kekuatan yang seimbang. Sehingga mereka berhenti untuk bertikai
Contoh : perang antara Amerika dan Vietnam berhenti karena kekuatan mereka seimbang
3. ASIMILASI : adalah proses social yang ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan yang terdapat antara beberapa orang atau antar kelompok untuk kepentingan bersama. Unsur kebudayaan baru timbu akibat pergaulan orang-orang dari kelompok yang brlainan. Unsur kebuadayaan yang baru tersebut bereda dengan kedua kebuadayaan yang brtemu dan masuk kedalam kebudayaan
Contoh : terjadinya perkawinan campuran antara seorang laki-laki bersuku jawa kawin dengan seorang peremuan bersuku bugis dimana anak yang dihasilkan akan mengetahui kebudayaan suku bapak dan keudayaan suku ibunya.
Factor yang mendorong terjadiya asimilasi yaitu :
• Sikap toleransi
• Kesempatan yang sama di berbagai bidang
• sikap mengargai orang asing dan kebudayaannya
• sikap terbua dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat
• persamaan dalam unsurunsur kebudayaan
• adanya musuh bersama dari luar
factor yang menghamat trjadinya asimilasi yaitu :
• terisolasinya suatu kbudayaan
• kurangnya pngetahuan suatu golongan tertentu mengenai kbudayaan golongan lain
• perasaan takut terhadap kebudayaan lain
• perasaan bahwa golongannyalah yag trbaik
• perbedaan ciri-ciri fisik antar kelompok
• prbedaan kpentingan anara kelompok
4. AKULTURASI : adalah suatu proses dimana kelompok manusia dengan suatu kebudayaantertentu dihadapa pada unsur kebudayaan asing yang berbeda. Unsur kebudayaan asing itu lambat laun akan diteima dan diolah kedalam kebudaaan sendiri tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan sendiri.
Contoh : masuknya alat-alat pertanian modern seperti traktor awalnya jarang digunakan oleh para petani di Indonesia tetapi lambat laun semua petani di Indonesia menggunakan mesin traktor untuk mengolah sawah
2. INTERAKSI SOSIAL BERSIFAT DISSOSIATIF : proses interaksi social yang dissosiatif cenderung menciptakan perpecahan atau merenggangkan hubugan yang terjalin baik antara orang perorangan atau antar kelopok dengan kelompok lain Interaksi social disosiatif terjadi dalam bntuk prsaingan,, kontravensi dan konflik atau prtikaian yang akan di jabarkan sebagai berikut :
1. PERSAINGAN ( COMPETITION ) adalah suatu proses yang itandai dimana stiap individu atau kelompok bersaing mencari keuntungan melalui bdang-bidang khidupan. Bentuk –bentuk prsaingan dapat di lihat dalam bentuk :
• Persaingan ekonomi. Contohnya persaigan diskon antara penjual yang satu dngan yang lain
• Persaingan kebudayaan. Contohnya persaingan antara kebudayaan orang barat engan kebudayaan indonesia
• Prsaingankedudukan dan peran. Contohnya persaingan dalam pmilu untuk menjadi walikota parepare
• Persaingan ras. Contohnya persaingan antara ras kulit hitam dengan kulit putih
2. KONTRAVENSI ( CNTRAVENTION ) adalah prose interkasi yang ditandai adanya ketidak pastian engenai diri seseorang, prasaan tidak suka yang di sembunyikan. Kebencian atau keraguan. Kontravensi juga dapat diartikan sebagai sikap mental termbunyi bisa berupa kebencian, dll terhadap orang lain atau kelopok lain
Contoh : menghasut orang lain untuk menyerang kelompok lain yang ia benci. Termasuk demonstrasi yang memprotes kelompok lain
3. PERTENTANGAN / PERTIKAIAN ( CONFLICT ) adalah suatu interaksi social imana idividu tau klompok berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menantng pihak lawan dengan mengancam atau kekerasan. Konflik terjdi karena adadnya perbedaan kepentingan, perbeaan kebudayaan, perbedaan ciri-ciri fisik, masalah emosi dan perbedaan perilaku.
Contoh : perkelahian antar dua orang atau perang
C. KETERATURAN SOSIAL SEBAGAI HASIL INTERAKSI SOSIAL
Setiap manusia mendambakan keteraturan, ketrtiban dan damaian dalam masyrakat sesuai dengan nilai social dan norma social yang berlaku dalam masyrakat. Keteraturan social adalah suatu keadaan yang berciri hubungan social yang berlangsung antara anggota-anggota masyrakat tercermin adanya keselarasan, keserasian dan keharmnisan sesuai dngan nilai social dan norma social yang berlaku. Ada beberapa unsur keteraturan social yaitu tertib social, order, keajekan dan pola yang akan di jabarkan sebagai berikut :
1. TERTIB SOSIAL adalahgambaran tentang kondisi kehidupan suatu masyarakat yang teratur, dinamis dan aman sebagai akibat adanya hubungan yang selaras antara tindaka, norma dan nilai social dalam interaksi social.
Contoh : setiap orang mematuhi peraturan lalu lintas sehingga dijalan akan tertib dan teratur
2. ORDER adalah system norma dan nilai-nilai social yang berkembang, diakui, dan dipatuhi oleh seluruh anggota masyrakat
Contoh : peritah walikota kepada seluruh masyrakat parpare untuk membersihakan lingkungan rumah dan jalan agar parepare bisa meraih piala adipura
3. KEAJEKAN adalah gambaran suatu kondisi keteraturan social yang tetap dan relative tidak berubah sebagai hasil hubungan yang selaras antara tindakan, norma, dan nlai dalam interaksi social
Contoh : setiap siswa pergi ke sekolah tepat waktu, mnggunakan pakaian seragam yang rapi, mengikuti pelajaran dan kgiatan lain di skolah
4. POLA adalah gambaran atau corak hubungan social yang telah tetap dalam interaksi social
Contoh : seorang anak harus menghormati orang tua dan gurunya
LATIHAN KOMPETENSI DASAR 3 :
MENDESKRIPSIKAN PROSES INTERAKSI SOSIAL SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN POLA KETERATURAN DAN DINAMIKA KEHIDUPAN SOSIAL
1. Ada dua orang atau lebih merupakan salah satu ciri dari….
a. Mobilitas social
b. Interaksi social
c. Stratifikasi social
d. Nilai social
e. Norma social
2. Dampak dari imitasi adalah….
a. Meningkatkan kreatifitas
b. Melemahkan daya kreasi
c. Mengembangkan potensi
d. Mengurangi popularitas
e. Memotivasi perilaku menyimpang
3. Seseorang yang terpengaruh oleh ucapan orang lain di sebut….
a. Sugesti
b. Imitasi
c. Identifikasi
d. Simpati
e. Empati
4. Bentuk inetaksi social yang meningkatkan solidaritas atau bersifat menyatukan adalah….
a. Proses asosiatif
b. Proses disosiatif
c. Asimilasi
d. Akulturasi
e. Akomodasi
5. Berpadunya dua kebudayaan yang berbeda dan membentuk suatu kebudayaan baru dengan tidak menghilangkan ciri-ciri kepribadian masing-masing disebut….
a. Akomodasi
b. Asimilasi
c. Akulturasi
d. Kerjasama
e. Konflik
6. Untuk mredakan perselisihan diperlukan pihak ketiga yang netral disebut….
a. Koersif
b. Konsiliasi
c. Mediasi
d. Arbitrasi
e. Kompromi
7. Persaingan merupakan proses social yang bersifat asosiatif yang edua blah pihak saling….
a. Netral
b. Sportif
c. Curiga
d. Kwatir
e. Berselisih
8. Ada perasaan kecurigaan dari pihak lain merupakan tanda adanya….
a. Persaingan
b. Konflik
c. Kerjasama
d. Kontravensi
e. Asimilasi
9. Kekerasan dan ancaman merupakan dampak dari proses….
a. Kontravensi
b. Persaingan
c. Konflik
d. Kerjasama
e. Asimilasi
10. ada komunikasi dan symbol atau lambing adalah merupakan ciri-ciri dari….
a. Stratifikasi sosial
b. Interaksi social
c. Nilai social
d. Mobilitas social
e. Norma social
11. Peniruan yang hanya pada gayaseseorang saja di sebut….
a. Identifikasi
b. Imitasi
c. Simpati
d. Empati
e. Sugesti
12. Simpati yang mendalamhingga mempengaruhi fisik dan psikis seseorang di sebut….
a. Imitasi
b. Identifikasi
c. Simpati
d. Empati
e. Sugesti
13. Bung Karno di kenal sebagai orator ulung dalam membangkitkan semangat nasionalisme rakyat Indonesia, hal ini merupakan contoh dari….
a. Sugesti
b. Identifikasi
c. Simpati
d. Empati
e. Imitasi
14. Sosiolog ( ahli sosiologi ) yang menyatakan bahwa intraksi social terdiri atas interaksi social yang asosiatif dan disosiatif adalah….
a. Auguste Comte
b. Gillin dan Gillin
c. Soerjono Soekato
d. Koentjaraningrat
e. Selo Soemardjan
15. Asimilasi dan akulturasi merupakan bentuk interaksi sosil dari….
a. Kerjasama
b. Kontravensi
c. Persaingan
d. Asosiatif
e. Disosiatif
16. Kak Seto sebagai pihak ketiga hanya berperan sebagai penasehat merupakan contoh dari….
a. Arbitrasi
b. Konsiliasi
c. Kompromi
d. Koersi
e. Mediasi
17. PT. Kalla Mix telah bekerjasama dengan PT. Wika dalam proyek pembangunan jalan poros Makassar - Parepare. Hal ini merupakan salah satu bentuk kerjasama dari….
a. Bargaining
b. Koalisi
c. Joint venture
d. Kooptasi
e. Kerukunan
18. Pertengahan antara persaingan dan konflik adalah….
a. Konsiliasi
b. Kontravensi
c. Koalisi
d. Mediasi
e. Arbitrasi
19. Ada koban jiwa, korban harta, dan dapat menghilangkan kepribadianseseorang merupakan akibat dari….
a. Kontravensi
b. Persaingan
c. Akomodasi
d. Bargaining
e. Konflik
20. Interaksi social yang disosiatif ada tiga bentuk, yaitu….
a. Kompetisi, kontravensi, konflik
b. Kompetisi, persaingan, konflik
c. Konflik, perbedaan, persaingan
d. Fitnah, intimidasi, persaingan
e. Disintegrasi, disfungsional, disorganisasi
NILAI SOSIAL DAN NORMA SOSIAL
Dalam kehidupan bermasyarakat, para individu menyepakati berbagai aturan mengenai sesuatu yang baik dan buruk, patut dan tidak patut, dihargai dan tidak dihargai, penting dan tidak penting. Aturan-aturan ini berfungsi untuk mewujudkan keteraturan sosial. Kesepakatan aturan inilah yang disebut dengan nilai sosial. Apabila nilai sosial tersebut dianggap cocok oleh seluruh warga, maka nilai itu dijadikan landasan hidup bersama yang akan terus disosialisasikan dan diwarisi secara turun-menurun kepada generasi berikutnya. Misalnya para orang tua yang mendidik anaknya untuk bersikap sopan dan santun, sering menolong sesama makhluk hidup dan nilai-nilai gotong royong. Penerapan nilai sosial dapat kita amati saat seorang siswa bersikap jujur maka para guru akan menilai baik, sedangkan ketika seorang siswa berbohong maka dia akan dinilai buruk perilakunya.
Setiap masyarakat memiliki tata nilai yang berbeda dengan masyarakat lainnya tergantung pada nilai sosial dan kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. Oleh karena itu nilai sosial dan kebudayaan pada masyarakat tertentu dapat dianggap baik oleh warganya, tetapi dapat dianggap tidak baik oleh warga masyarakat lain
I. PENGERTIAN NILAI SOSIAL
Beberapa pendapat ahli tentang pegertian nilai social
1. Theodorson
Nilai social adalah sesuatu yang abstrak dan dijadikan pedoman serta prinsip-prinsip umum dalam bertindak atau bertingkah laku
2. Koentjaraningrat
Nilai social adalah onsepsi-konsepsi yang ada dalam pikiran sebagian besar warga masyarakat mengenai hal-hal yang dianggap sangat mulia dan dijadikan rujukan dalam bertindak
3. Cylde kluckhohn
Nilai social adalah hal-hal yang mempengaruhi perilaku yang berhubungan dengan alam, kedudukan manusia dalam alam, hubungan orang dengan orang dan tentang hal-hal yang diinginkan dan tidak diinginkan yang meungkin bertalian dengan hubungan antara orang dengan lingkungan dan sesame manusia
4. Woods
Nilai social adalah petunjuk umum yang telah berlangsung lama sera mengarahkan tngkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari
5. Soerjono Soekanto
Nilai social adalah konsepsi abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk
6. Kimball Young
Nilai social adalah unsur-unsur yang abstrak dan sering tidak disadari tentang benar dan pentingnya
7. A.W. Green
Nilai social adalah kesadaran yang berlangsung secara relatif, disertai emosi terhadap objek dan ide orang perorangan
8. B.Simanjuntak
Nilai social adalah ide-ide masyarakat tentang sesuatu yang baik
9. Robert M.Z. Lawang
Nilai social adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, pantas, berharga, dan memengaruhi perilaku sosial orang-orang yang memiliki nilai tersebut
Secara umum nilai social dapat diartikan sebagai :
1. Nilai social adalah Suatu pandangan dan berisi sesuatu yang baik, yang diinginkan, yang diharapkan, yang dicita-citakan serta dianggap penting oleh masyarakat sehingga mempengaruhi perilaku social dari orang yang memiliki nilai social tersebut. Jadi dapat diartikan bahwa nilai social yang mngarahkan tindakan-tindakan manusia
2. Nilai social adalah sikap-sikap dan perasaan yang diteria secara luas oleh masyarakat dan merupaka dasar untuk merumuska apa yang benar, apa yang penting dan apa yang baik dalam kehidupan
II. FUNGSI NILAI SOSIAL
1. Nilai social dipakai untuk menetapkan harga social dari setiap orang atau kelompok.
2. Nilai social berguna untuk mnetapkan cara-cara brpikir dan bertingkah laku secara ideal dalam masyarakat
3. Nilai social sebagai penentu dalam menentukan peranan social setiap individu
4. Nilai soial berfungsi sebagai alat pengawas dalam tingkah laku setiap individu
5. Nilai social berfungsi sbagai alat solidaritas dikalangan anggota kelompok dan masyrakat
III. JENIS-JENIS NILAI SOSIAL
Menurut Prof. Notonegoro jenis-jenis nilai social yaitu :
1. Nilai materiil, yaitu segaa benda yang bergua bagi manusia
2. Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk melakukan aktivits atau kegiatan
3. Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohaani manusia. Nilai kerohanian dapat di bedakan mendajdi 4 jenis yaitu :
1) Nilai kebenaran : nilai yang bersumber pada akal manusia
2) Nilai keindahan : nilai yang berumber dari rasa manusia
3) Nilai moral : nilai yang bersumber dari kehendak dan kemauan manusia
4) Nilai reigius : nilai ang bersumber dari keyakinan dan kepercayaan ( agama ) yang dianut oleh manusia
IV.Karekteristik nilai sosial, di antaranya yaitu ;
1. Nilai sosial diperoleh melalui proses interaksi, bukan prilaku warisan biologis yang dibawa sejak lahir.
Contohnya: seorang anak bersikap sopan dan santun, karena orang tua mengajarkan etika sejak kecil.
2. Ditransformasikan atau diwariskan melalui proses belajar yang meliputi sosialisasi, akulturasi dan difusi.
Contohnya: nilai menghargai pendapat orang lain dipelajari anak dari sosialisasinya dengan teman- teman sekolah.
3. Nilai sosial berupa ukuran atau peraturan sosial yang turut memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial, artinya nilai sosial berfungsi sebagai sarana untuk mencapai cita-cita bersama dalam masyarakat.
4. Setiap masyarakat memiliki nilai-nilai yang berbeda-beda.
Contohnya: di negara-negara Barat penggunaan tangan kiri untuk melakukan segala aktivitas adalah sesuatu yang biasa. Sebaliknya di Indonesia, penggunaan tangan kiri dalam aktivitas memberikan sesuatu kepada orang lain bisa dianggap sebagai suatu perilaku yang tidak sopan.
5. Masing-masing nilai sosial yang ada dalam masyarakat memiliki efek atau dampak yang berbeda-beda bagi tindakan tiap warga pada masyarakat yang bersangkutan.
6. Mempengaruhi kepribadian individu sebagai anggota masyarakat.
Contohnya: nilai yang mengutamakan kerjasama akan melahirkan individu yang setia pada orang lain. Adapun nilai yang mengutamakan individual akan membuat individu cenderung egois sehingga individu menjadi apatis terhadap masalah yang dihadapi orang lain atau masalah yang ada dalam masyarakat.
Nilai sosial memiliki beberapa fungsi umum di masyarakat di antaranya :
1. Dapat menyumbangkan seperangkat norma sosial yang dapat menetapkan harga sosial (kedudukan seseorang) pada kelompok masyarakatnya. Nilai sosial memungkinkan pembentukan sistem stratifikasi sosial secara menyeluruh yang ada pada setiap masyarakat. Misalnya kelompok ekonomi kaya (upper class), kelompok ekonomi menengah (middle class) dan kelompok masyarakat kelas rendah (lower class).
2. Dapat mengarahkan anggota masyarakat dalam berpikir dan bertingkah laku.
Hal ini terjadi karena anggota masyarakat selalu dapat melihat cara bertindak dan bertingkah laku yang terbaik, dan ini sangat mempengaruhi dirinya sendiri.
3. Nilai sosial merupakan penentu akhir bagi manusia dalam memenuhi peranan-peranan sosialnya. Nilai sosial menciptakan minat bermasyarakat dan memberi semangat pada manusia untuk mewujudkan sesuatu yang diminta dan diharapkan oleh peranan-peranannya menuju tercapainya sasaran-sasaran tujuan kehidupan dalam masyarakat.
4. Sebagai alat solidaritas di kalangan anggota kelompok atau masyarakat. Dengan nilai sosial tertentu anggota kelompok akan merasa sebagai satu kesatuan.
5. Sebagai alat pengawas atau kontrol perilaku manusia. Nilai sosial dapat mendorong, menuntun, dan kadang-kadang menekan manusia untuk berbuat baik. Nilai sosial dapat menimbulkan perasaan bersalah yang cukup menyiksa bagi orang-orang yang melanggarnya.
V. PENGERTIAN NORMA SOSIAL
1. Norma social adalah seperangat peraturan / aturan/ kaidah-kaidah yang berisi perintah-perintah dan larangan, yang berisi sanksi atau hukuman bagi pelanggarannya untuk menciptakanketertiban dan keteraturan daam masyarakat
2. Norma social adalah petunjuk atau patokan untuk melangsungkan hubungan social dadlam masyarakat yang berisi perintah, larangan, anjuran agar seseorang dapat bertingkah laku yang pantas guna menciptakan ketertiban, keteraturan dan kedamaian dalam masyarakat
3. Nora social adalah peraturan social enyangkut perilaku-perilaku yang pantas dilaukan dalam menjalani interaksi social
VI. FUNGSI NORMA SOSIAL
1. Sebagai aturan atau pedoman bertingkah laku bagi setiap indiidu dalam masyarakat
2. Sebagai alat untuk menstabilkan dan menertibkan kehidupan masyarakat
3. Sebagai system control dalam masyarakat
VII. JENIS-JENIS NORMA SOSIAL
Norma social berdasarkan daya ikatnya
1. Norma cara ( usage ) : suatu bentuk perbuatan yang dilakukan individu dala suat masyarakat tetapi tidak secara terus-menerus
Contoh : peraturan tntang cara makan yang wajar dan baik apabila tidak berbicara.norma cara tidak terlalu mngikat setiap anggota masyarakat karena cara makan seperti itu kadang berlaku hanya pada acara formal saja dan apabila dilanggar penerapan hukumnya lemah hanya berupa nasihat , sekedar cemoohan, celaan dan ejekan. jadi daya ikatnya sangat kurang mengikat bagi setiap manusia dalam masyarakat
2. Norma kebiasaan ( folkwys ) : bentuk perbuatan yang berulang-ulang yang dilakukan secara sadar dan mempunyai tujuan yang jelas dan dianggap baik dan benar
Contoh : aturan berjalan di jalan raya adalah di sebelah kiri untuk menghindari kecelakaan dan apabila orang melanggarnya akan mendapatkan hukuman yang agak keras berupa teguran. Jadi daya ikatnya agak mengikat bagi setiap manusia dalam masyarakat
3. Tata kelakuan ( mores ) : sekumpulan peraturan yang mencerminkan sifat-sifat hidup dari sekelompok manusia yang dilakukan secara sadar guna melaksanakan pengawasan oleh sekelompok masyarakat terhadap anggotanya
Contoh : larangan perbuatan memunuh dan apabila dilanggar akan medapatkan hukuman yang keras berupa hukuman penjara, jadi daya ikatnya sangat mngikat bagi setiap manusia dalam masyarakat
4. Adat – istiadat ( custom ) : kumpulan tata kelakuan yang paling tinggi keduduknnya karena bersifat kekal dan terintegrasi sangat kuat terhadap masyarakat yang memilikinya
Contoh : pelanggaran terhadap upacara-upacara adat – istiadat setiap suku yang ada di Indonesia akan mendapatkan pelanggaran yang sangat-sangat keras berupa pengusiran dari kampong. Jadi daya ikatnya sangat-sangat mengikat bagi setiap manusia dalam masyarakat
Selain norma-norma social diatas ada beberapa norma lain yang ada di masyarakat yaiut :
1. Norma agama : peraturan social yang berasal dari Tuhan. Norma agama berkaitan dngan ajaran agama yang dianut setiap orang dan pelanggaran terhadap norma agma dikatakan perbuatan dosa
Contoh : larangan terhadap perbuatan mencuri
2. Norma kesopanan :peraturan social yang berkaitan dengan bagaimana orang bertingka laku yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapatkan celaan, kritik
Contoh : tidak meludah di sembarang tempat
3. Norma kelaziman / kebiasaan : norma yang di dasarkan atas tradisi atau kebiasaan-kebiasaan yang dianggap baik, patut, sopan dan berlaku dalam masyarakat
Contoh : cara berpakaian pada saat upacara perkawinan
4. Norma kesusilaan / tata kelakuan : perturan social yang berkaitan dengan akhlak sehingga sehingga dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Sanksi terhadap pelanggaran norma kesusilaa ersifat fisik dan non fisik
Contoh : perbuatan selingkuh atau perbuatan zinah akan mendapatkan hukuman yang berat dan mendapat malu
5. Norma hukum : peraturan social yang dibuat oleh lembaga-lmbaga tertentu ( pemerintah ) sanksinya berupa denda atau hukuman fisik
Contoh perbuatan criminal seperti pencuri, pembunuh, korupsi akan di tangkap polisi dan akan di adili di pengadilan
LATIHAN KOMPETENSI DASAR 2 :
MENDESKRIPSIKAN NILAI SOSIAL DAN NORMA SOSIAL YANG BERLAKU DALAM MASYARAKAT
Silanglah huruf di depan jawaban yang paling tepat !
1) Petunjuk hidup yang berasal dari akhlak atau hati nurani manusia tentang baik dan buruk dalam kehidupan bermasarakat adalah….
a) Norma kesopanan
b) Norma kesusilaan
c) Norma kebiasaan
d) Norma kelaziman
e) Norma kebaikan
2) Norma hukum mmpunyai sanksi yang tegas dan jelas karena pelaksanaannya ddukung oleh….
a) Kekuasaan pemerintah
b) Aparat penegak hukum
c) Kesadaran masyrakat
d) Kekerasan
e) Masyarakat
3) Norma dijadikan pedoman hidup dalam memenuhi kebutuhan social sebab….
a) Mengembangkan nilai persatuan
b) Mengungkapkan rasa estetika
c) Mengatur berbagai aktivitas
d) Mengembangkan prinsip benar dan salah
e) Menimbulkan keyakinan diri yang amat kurang
4) Suku batak menganut system kekerabatan patrilineal dan perkawinannya bersifat eksogami, yaitu seorang laki-laki harus menikah dengan wanita yang berbeda marga. Pelanggaran terhadap norma tersebut akan dikenakan sanksi yang keras. Ditinjau dari daya iatnya contoh ersebut trmasuk….
a) Usage
b) Mores
c) Law
d) Custom
e) Folkways
5) Anggota denus 88 dalam mnjalankan tugasnya memburu para terorisme mreka berani mengabil resiko apapun termasuk mngorbankan nyawanya sndiri demi menjaga keamanan masyarakat. Ditinjau dari cirinya nilai social yang mendesari tindakan anggota densus 88 termasuk niai….
a) Nilai vital
b) Nilai dominan
c) Nilai materiil
d) Nilai religius
e) Nilai instrumental
6) Berikut ini termasuk nilai kerohanian yang di kemukakan oleh Prof.Notonegoro, kecuali nilai….
a) Nilai kebenaran
b) Nilai religius
c) Nilai vital
d) Nilai keindahan
e) Nilai moral
7) Kewajiban menggunakan helm ketika berendaran motor adalah salah satu bentuk norma….
a) Law
b) Folkways
c) Custom
d) Usage
e) Mores
8) Nilai social adalah….
a) Kaidah-kaidah perilaku masyarakat
b) Patokan, prinsip, keyakinan, anggapan tentang sesuatu yang baik
c) Pedoman hidup
d) aturan berperilaku
e) peraturan hidup
9) nilai keinahan / estetika tercermin dari hal-hal berikut kecuali….
a) Karya sastra
b) Karya seni
c) Lukisan
d) Gedung megah
e) Arsitektur
10) orang Indonesia dipandang adalah orang yang yang ramah tamah dan halus tutur katanya terhadap orang lain, dengan sikap itu rakyat Indonesia sangat mnjunjung tinggi norma….
a) Norma kesusilaan
b) Norma hukum
c) Norma kesopanan
d) Norma agama
e) Norma cara
11) Sila pertama dari pancasila mencerminkan bahwa bangsa Indonesia menjunjung tinggi nilai….
a) Nilai vital
b) Nilai materiil
c) Nilai kebenaran
d) Nilai keindahan
e) Nilai religius
12) Norma social adalah….
a) Peraturan / pedoman hidup di masyrakat
b) Bentuk nyata dari nilai social
c) Pola perilaku manusia
d) Bagian dari nilai social
e) Inti dari kebudayaan
13) Orang cina makan dengan meenggunakan sumpit sedangkan orang Indonesia makan mnggunakan sendok hal ini menunjukkan perbedaan norma….
a) Norma kelakukan
b) Norma kesopanan
c) Norma cara
d) Norma agama
e) Norma hukum
14) Masyarakat menciptakan norma social dengan tujuan untuk….
a) Melestarikan kebudayaan
b) Menjaga nilai-nilai social
c) Memeri sanksi kepada pelanggar
d) Menjaga keteraturan dan keeertiban masyarakat
e) Menjamin kelangsungan masyarakat
15) Pelanggaran atas norma social dapat berupa hal-hal di bawah ini kecuali….
a) Denda uang
b) Hukuman fisik
c) Sindiran
d) Teguran
e) Hukuman penjara
16) Sebelum melangsungkan pernikahan di dalam masyaraakat Indonesia biasanya didahului oleh proses pelamaran atau peminangan tetapi apabila tidak melakukan hal tersebut maka dianggap melanggar….
a) Norma kelaziman
b) Norma adat-istiadat
c) Norma hukum
d) Norma kesopanan
e) Norma kesusilaan
17) Sumber norma agama….
a) Tuhan
b) Kitab suci
c) Kepercayaan
d) Keyakinan
e) Kebudayaan
18) norma social yang memiliki sanksi atau hukuman paling tegas dan pasti adalah….
a) Mores
b) Folkways
c) Custom
d) Law
e) Usage
19) Nilai dan norma social menjadi bagian dari….
a) Pergaulan hidup manusia
b) Masyarakat
c) Keteraturan masyaraakat
d) Kebudayaan
e) Ciri khas masyarakat
20) Dua hal pentig yang menjadi patokan apakah prilaku manusia menyimpang atau tidak adalah….
a) Norma dan situasi umum
b) Nilai dan norma social
c) Pola perilaku dan nilai social
d) Pedoman tingkah laku dan agama
e) Organisasi dan masyarakat
Setiap masyarakat memiliki tata nilai yang berbeda dengan masyarakat lainnya tergantung pada nilai sosial dan kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. Oleh karena itu nilai sosial dan kebudayaan pada masyarakat tertentu dapat dianggap baik oleh warganya, tetapi dapat dianggap tidak baik oleh warga masyarakat lain
I. PENGERTIAN NILAI SOSIAL
Beberapa pendapat ahli tentang pegertian nilai social
1. Theodorson
Nilai social adalah sesuatu yang abstrak dan dijadikan pedoman serta prinsip-prinsip umum dalam bertindak atau bertingkah laku
2. Koentjaraningrat
Nilai social adalah onsepsi-konsepsi yang ada dalam pikiran sebagian besar warga masyarakat mengenai hal-hal yang dianggap sangat mulia dan dijadikan rujukan dalam bertindak
3. Cylde kluckhohn
Nilai social adalah hal-hal yang mempengaruhi perilaku yang berhubungan dengan alam, kedudukan manusia dalam alam, hubungan orang dengan orang dan tentang hal-hal yang diinginkan dan tidak diinginkan yang meungkin bertalian dengan hubungan antara orang dengan lingkungan dan sesame manusia
4. Woods
Nilai social adalah petunjuk umum yang telah berlangsung lama sera mengarahkan tngkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari
5. Soerjono Soekanto
Nilai social adalah konsepsi abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk
6. Kimball Young
Nilai social adalah unsur-unsur yang abstrak dan sering tidak disadari tentang benar dan pentingnya
7. A.W. Green
Nilai social adalah kesadaran yang berlangsung secara relatif, disertai emosi terhadap objek dan ide orang perorangan
8. B.Simanjuntak
Nilai social adalah ide-ide masyarakat tentang sesuatu yang baik
9. Robert M.Z. Lawang
Nilai social adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, pantas, berharga, dan memengaruhi perilaku sosial orang-orang yang memiliki nilai tersebut
Secara umum nilai social dapat diartikan sebagai :
1. Nilai social adalah Suatu pandangan dan berisi sesuatu yang baik, yang diinginkan, yang diharapkan, yang dicita-citakan serta dianggap penting oleh masyarakat sehingga mempengaruhi perilaku social dari orang yang memiliki nilai social tersebut. Jadi dapat diartikan bahwa nilai social yang mngarahkan tindakan-tindakan manusia
2. Nilai social adalah sikap-sikap dan perasaan yang diteria secara luas oleh masyarakat dan merupaka dasar untuk merumuska apa yang benar, apa yang penting dan apa yang baik dalam kehidupan
II. FUNGSI NILAI SOSIAL
1. Nilai social dipakai untuk menetapkan harga social dari setiap orang atau kelompok.
2. Nilai social berguna untuk mnetapkan cara-cara brpikir dan bertingkah laku secara ideal dalam masyarakat
3. Nilai social sebagai penentu dalam menentukan peranan social setiap individu
4. Nilai soial berfungsi sebagai alat pengawas dalam tingkah laku setiap individu
5. Nilai social berfungsi sbagai alat solidaritas dikalangan anggota kelompok dan masyrakat
III. JENIS-JENIS NILAI SOSIAL
Menurut Prof. Notonegoro jenis-jenis nilai social yaitu :
1. Nilai materiil, yaitu segaa benda yang bergua bagi manusia
2. Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk melakukan aktivits atau kegiatan
3. Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohaani manusia. Nilai kerohanian dapat di bedakan mendajdi 4 jenis yaitu :
1) Nilai kebenaran : nilai yang bersumber pada akal manusia
2) Nilai keindahan : nilai yang berumber dari rasa manusia
3) Nilai moral : nilai yang bersumber dari kehendak dan kemauan manusia
4) Nilai reigius : nilai ang bersumber dari keyakinan dan kepercayaan ( agama ) yang dianut oleh manusia
IV.Karekteristik nilai sosial, di antaranya yaitu ;
1. Nilai sosial diperoleh melalui proses interaksi, bukan prilaku warisan biologis yang dibawa sejak lahir.
Contohnya: seorang anak bersikap sopan dan santun, karena orang tua mengajarkan etika sejak kecil.
2. Ditransformasikan atau diwariskan melalui proses belajar yang meliputi sosialisasi, akulturasi dan difusi.
Contohnya: nilai menghargai pendapat orang lain dipelajari anak dari sosialisasinya dengan teman- teman sekolah.
3. Nilai sosial berupa ukuran atau peraturan sosial yang turut memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial, artinya nilai sosial berfungsi sebagai sarana untuk mencapai cita-cita bersama dalam masyarakat.
4. Setiap masyarakat memiliki nilai-nilai yang berbeda-beda.
Contohnya: di negara-negara Barat penggunaan tangan kiri untuk melakukan segala aktivitas adalah sesuatu yang biasa. Sebaliknya di Indonesia, penggunaan tangan kiri dalam aktivitas memberikan sesuatu kepada orang lain bisa dianggap sebagai suatu perilaku yang tidak sopan.
5. Masing-masing nilai sosial yang ada dalam masyarakat memiliki efek atau dampak yang berbeda-beda bagi tindakan tiap warga pada masyarakat yang bersangkutan.
6. Mempengaruhi kepribadian individu sebagai anggota masyarakat.
Contohnya: nilai yang mengutamakan kerjasama akan melahirkan individu yang setia pada orang lain. Adapun nilai yang mengutamakan individual akan membuat individu cenderung egois sehingga individu menjadi apatis terhadap masalah yang dihadapi orang lain atau masalah yang ada dalam masyarakat.
Nilai sosial memiliki beberapa fungsi umum di masyarakat di antaranya :
1. Dapat menyumbangkan seperangkat norma sosial yang dapat menetapkan harga sosial (kedudukan seseorang) pada kelompok masyarakatnya. Nilai sosial memungkinkan pembentukan sistem stratifikasi sosial secara menyeluruh yang ada pada setiap masyarakat. Misalnya kelompok ekonomi kaya (upper class), kelompok ekonomi menengah (middle class) dan kelompok masyarakat kelas rendah (lower class).
2. Dapat mengarahkan anggota masyarakat dalam berpikir dan bertingkah laku.
Hal ini terjadi karena anggota masyarakat selalu dapat melihat cara bertindak dan bertingkah laku yang terbaik, dan ini sangat mempengaruhi dirinya sendiri.
3. Nilai sosial merupakan penentu akhir bagi manusia dalam memenuhi peranan-peranan sosialnya. Nilai sosial menciptakan minat bermasyarakat dan memberi semangat pada manusia untuk mewujudkan sesuatu yang diminta dan diharapkan oleh peranan-peranannya menuju tercapainya sasaran-sasaran tujuan kehidupan dalam masyarakat.
4. Sebagai alat solidaritas di kalangan anggota kelompok atau masyarakat. Dengan nilai sosial tertentu anggota kelompok akan merasa sebagai satu kesatuan.
5. Sebagai alat pengawas atau kontrol perilaku manusia. Nilai sosial dapat mendorong, menuntun, dan kadang-kadang menekan manusia untuk berbuat baik. Nilai sosial dapat menimbulkan perasaan bersalah yang cukup menyiksa bagi orang-orang yang melanggarnya.
V. PENGERTIAN NORMA SOSIAL
1. Norma social adalah seperangat peraturan / aturan/ kaidah-kaidah yang berisi perintah-perintah dan larangan, yang berisi sanksi atau hukuman bagi pelanggarannya untuk menciptakanketertiban dan keteraturan daam masyarakat
2. Norma social adalah petunjuk atau patokan untuk melangsungkan hubungan social dadlam masyarakat yang berisi perintah, larangan, anjuran agar seseorang dapat bertingkah laku yang pantas guna menciptakan ketertiban, keteraturan dan kedamaian dalam masyarakat
3. Nora social adalah peraturan social enyangkut perilaku-perilaku yang pantas dilaukan dalam menjalani interaksi social
VI. FUNGSI NORMA SOSIAL
1. Sebagai aturan atau pedoman bertingkah laku bagi setiap indiidu dalam masyarakat
2. Sebagai alat untuk menstabilkan dan menertibkan kehidupan masyarakat
3. Sebagai system control dalam masyarakat
VII. JENIS-JENIS NORMA SOSIAL
Norma social berdasarkan daya ikatnya
1. Norma cara ( usage ) : suatu bentuk perbuatan yang dilakukan individu dala suat masyarakat tetapi tidak secara terus-menerus
Contoh : peraturan tntang cara makan yang wajar dan baik apabila tidak berbicara.norma cara tidak terlalu mngikat setiap anggota masyarakat karena cara makan seperti itu kadang berlaku hanya pada acara formal saja dan apabila dilanggar penerapan hukumnya lemah hanya berupa nasihat , sekedar cemoohan, celaan dan ejekan. jadi daya ikatnya sangat kurang mengikat bagi setiap manusia dalam masyarakat
2. Norma kebiasaan ( folkwys ) : bentuk perbuatan yang berulang-ulang yang dilakukan secara sadar dan mempunyai tujuan yang jelas dan dianggap baik dan benar
Contoh : aturan berjalan di jalan raya adalah di sebelah kiri untuk menghindari kecelakaan dan apabila orang melanggarnya akan mendapatkan hukuman yang agak keras berupa teguran. Jadi daya ikatnya agak mengikat bagi setiap manusia dalam masyarakat
3. Tata kelakuan ( mores ) : sekumpulan peraturan yang mencerminkan sifat-sifat hidup dari sekelompok manusia yang dilakukan secara sadar guna melaksanakan pengawasan oleh sekelompok masyarakat terhadap anggotanya
Contoh : larangan perbuatan memunuh dan apabila dilanggar akan medapatkan hukuman yang keras berupa hukuman penjara, jadi daya ikatnya sangat mngikat bagi setiap manusia dalam masyarakat
4. Adat – istiadat ( custom ) : kumpulan tata kelakuan yang paling tinggi keduduknnya karena bersifat kekal dan terintegrasi sangat kuat terhadap masyarakat yang memilikinya
Contoh : pelanggaran terhadap upacara-upacara adat – istiadat setiap suku yang ada di Indonesia akan mendapatkan pelanggaran yang sangat-sangat keras berupa pengusiran dari kampong. Jadi daya ikatnya sangat-sangat mengikat bagi setiap manusia dalam masyarakat
Selain norma-norma social diatas ada beberapa norma lain yang ada di masyarakat yaiut :
1. Norma agama : peraturan social yang berasal dari Tuhan. Norma agama berkaitan dngan ajaran agama yang dianut setiap orang dan pelanggaran terhadap norma agma dikatakan perbuatan dosa
Contoh : larangan terhadap perbuatan mencuri
2. Norma kesopanan :peraturan social yang berkaitan dengan bagaimana orang bertingka laku yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapatkan celaan, kritik
Contoh : tidak meludah di sembarang tempat
3. Norma kelaziman / kebiasaan : norma yang di dasarkan atas tradisi atau kebiasaan-kebiasaan yang dianggap baik, patut, sopan dan berlaku dalam masyarakat
Contoh : cara berpakaian pada saat upacara perkawinan
4. Norma kesusilaan / tata kelakuan : perturan social yang berkaitan dengan akhlak sehingga sehingga dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Sanksi terhadap pelanggaran norma kesusilaa ersifat fisik dan non fisik
Contoh : perbuatan selingkuh atau perbuatan zinah akan mendapatkan hukuman yang berat dan mendapat malu
5. Norma hukum : peraturan social yang dibuat oleh lembaga-lmbaga tertentu ( pemerintah ) sanksinya berupa denda atau hukuman fisik
Contoh perbuatan criminal seperti pencuri, pembunuh, korupsi akan di tangkap polisi dan akan di adili di pengadilan
LATIHAN KOMPETENSI DASAR 2 :
MENDESKRIPSIKAN NILAI SOSIAL DAN NORMA SOSIAL YANG BERLAKU DALAM MASYARAKAT
Silanglah huruf di depan jawaban yang paling tepat !
1) Petunjuk hidup yang berasal dari akhlak atau hati nurani manusia tentang baik dan buruk dalam kehidupan bermasarakat adalah….
a) Norma kesopanan
b) Norma kesusilaan
c) Norma kebiasaan
d) Norma kelaziman
e) Norma kebaikan
2) Norma hukum mmpunyai sanksi yang tegas dan jelas karena pelaksanaannya ddukung oleh….
a) Kekuasaan pemerintah
b) Aparat penegak hukum
c) Kesadaran masyrakat
d) Kekerasan
e) Masyarakat
3) Norma dijadikan pedoman hidup dalam memenuhi kebutuhan social sebab….
a) Mengembangkan nilai persatuan
b) Mengungkapkan rasa estetika
c) Mengatur berbagai aktivitas
d) Mengembangkan prinsip benar dan salah
e) Menimbulkan keyakinan diri yang amat kurang
4) Suku batak menganut system kekerabatan patrilineal dan perkawinannya bersifat eksogami, yaitu seorang laki-laki harus menikah dengan wanita yang berbeda marga. Pelanggaran terhadap norma tersebut akan dikenakan sanksi yang keras. Ditinjau dari daya iatnya contoh ersebut trmasuk….
a) Usage
b) Mores
c) Law
d) Custom
e) Folkways
5) Anggota denus 88 dalam mnjalankan tugasnya memburu para terorisme mreka berani mengabil resiko apapun termasuk mngorbankan nyawanya sndiri demi menjaga keamanan masyarakat. Ditinjau dari cirinya nilai social yang mendesari tindakan anggota densus 88 termasuk niai….
a) Nilai vital
b) Nilai dominan
c) Nilai materiil
d) Nilai religius
e) Nilai instrumental
6) Berikut ini termasuk nilai kerohanian yang di kemukakan oleh Prof.Notonegoro, kecuali nilai….
a) Nilai kebenaran
b) Nilai religius
c) Nilai vital
d) Nilai keindahan
e) Nilai moral
7) Kewajiban menggunakan helm ketika berendaran motor adalah salah satu bentuk norma….
a) Law
b) Folkways
c) Custom
d) Usage
e) Mores
8) Nilai social adalah….
a) Kaidah-kaidah perilaku masyarakat
b) Patokan, prinsip, keyakinan, anggapan tentang sesuatu yang baik
c) Pedoman hidup
d) aturan berperilaku
e) peraturan hidup
9) nilai keinahan / estetika tercermin dari hal-hal berikut kecuali….
a) Karya sastra
b) Karya seni
c) Lukisan
d) Gedung megah
e) Arsitektur
10) orang Indonesia dipandang adalah orang yang yang ramah tamah dan halus tutur katanya terhadap orang lain, dengan sikap itu rakyat Indonesia sangat mnjunjung tinggi norma….
a) Norma kesusilaan
b) Norma hukum
c) Norma kesopanan
d) Norma agama
e) Norma cara
11) Sila pertama dari pancasila mencerminkan bahwa bangsa Indonesia menjunjung tinggi nilai….
a) Nilai vital
b) Nilai materiil
c) Nilai kebenaran
d) Nilai keindahan
e) Nilai religius
12) Norma social adalah….
a) Peraturan / pedoman hidup di masyrakat
b) Bentuk nyata dari nilai social
c) Pola perilaku manusia
d) Bagian dari nilai social
e) Inti dari kebudayaan
13) Orang cina makan dengan meenggunakan sumpit sedangkan orang Indonesia makan mnggunakan sendok hal ini menunjukkan perbedaan norma….
a) Norma kelakukan
b) Norma kesopanan
c) Norma cara
d) Norma agama
e) Norma hukum
14) Masyarakat menciptakan norma social dengan tujuan untuk….
a) Melestarikan kebudayaan
b) Menjaga nilai-nilai social
c) Memeri sanksi kepada pelanggar
d) Menjaga keteraturan dan keeertiban masyarakat
e) Menjamin kelangsungan masyarakat
15) Pelanggaran atas norma social dapat berupa hal-hal di bawah ini kecuali….
a) Denda uang
b) Hukuman fisik
c) Sindiran
d) Teguran
e) Hukuman penjara
16) Sebelum melangsungkan pernikahan di dalam masyaraakat Indonesia biasanya didahului oleh proses pelamaran atau peminangan tetapi apabila tidak melakukan hal tersebut maka dianggap melanggar….
a) Norma kelaziman
b) Norma adat-istiadat
c) Norma hukum
d) Norma kesopanan
e) Norma kesusilaan
17) Sumber norma agama….
a) Tuhan
b) Kitab suci
c) Kepercayaan
d) Keyakinan
e) Kebudayaan
18) norma social yang memiliki sanksi atau hukuman paling tegas dan pasti adalah….
a) Mores
b) Folkways
c) Custom
d) Law
e) Usage
19) Nilai dan norma social menjadi bagian dari….
a) Pergaulan hidup manusia
b) Masyarakat
c) Keteraturan masyaraakat
d) Kebudayaan
e) Ciri khas masyarakat
20) Dua hal pentig yang menjadi patokan apakah prilaku manusia menyimpang atau tidak adalah….
a) Norma dan situasi umum
b) Nilai dan norma social
c) Pola perilaku dan nilai social
d) Pedoman tingkah laku dan agama
e) Organisasi dan masyarakat
Jumat, 23 Januari 2009
Kamis, 15 Januari 2009
PENGERTIAN SOSIOLOGI
PENGERTIAN SECARA ETIMOLOGI
Secara Etimologi / harfiah atau berdasarkan makna kata SOSIOLOGI berasal dari 2 suku kata yaitu dari kata Latin SOCIUS yang berarti KAWAN dan kata Yunani LOGOS yang berarti KATA atau BERBICARA jadi menurut Auguste Comte Sosiologi berarti “BERBICARA MENGENAI MASYARAKAT”.
Secara Etimologi / harfiah atau berdasarkan makna kata SOSIOLOGI berasal dari 2 suku kata yaitu dari kata Latin SOCIUS yang berarti KAWAN dan kata Yunani LOGOS yang berarti KATA atau BERBICARA jadi menurut Auguste Comte Sosiologi berarti “BERBICARA MENGENAI MASYARAKAT”.
PENGERTIAN MENURUT PARA AHLI
1) AUGUSTE COMTE Sosiologi adalah Suatu disiplin ilmu yang bersifat positif yaitu mempelajari gejala-gejala dalam masyarakat yang didasarkan pada pemikiran yang bersifat rasional dan ilmiah.
2) MAX WEBER Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari tentang tindakan social atau perilaku-perilaku manusia
3) EMILE DURKHEIM Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari fakta-fakta social yaitu fakta-fakta atau kenyataan yang berisikan cara bertindak, cara perpikir dan cara merasakan sesuatu.
4) HERBERT SPENCER Sosiologi adalah Ilmu yang menyelidiki tentang susunan-susunan dan proses kehidupan social sebagai suatu keseluruhan / suatu sistem 5) PITIRIM SOROKIN Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari tentang : 1.Hubungan dan pengaruh timbal-balik antara aneka macam gejala social,misalnya : gejala ekonomi,politik,social,dll 2.Hubungan dan pengaruh timbale balik antara gejala-gejala social dengan gejala non social (biologis) 3.Ciri-ciri umum dari semua gejala-gejala social yang terjadi dalam masyarakat
6) RAOUCEK & WARREN Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok sosial
7) WILLIAM F. OGBURN & MAYER F. NIMKOFF Sosiologi adalah Penelitian secara ilmiah terhadap interaksi social dan hasil-hasil dari interaksi tersebut
8) J.A.A. VAN DORN & C.J. LAMMERS Sosiologi adalah Ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang struktur dan proses- proses kemasyarakatan yang bersifat stabil
9) PAUL B. HORTON Sosiologi adalah Ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok-kelompok masyarakat dan produk/hasil dari kehidupan kelompok tertentu
10) MAC IVER Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari tentang hubungan-hubungan social yang terjadi dalam masyarakat
11) J. GILLIN Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari interaksi yang timbul di dalam masyarakat
12) P.J. BAOUMAN Sosiologi adalah Ilmu pengetahuan tentang manusia dan hubungan-hubungan antar golongan manusia
13) Mr. J. BIERENS De HAAN Sosiologi adalah Ilmu pengetahuan tentang masyarakat manusia, baik mengenai hakekatnya, susunannya, hubungannya, kodrat-kodrat yang menggerakkannya, mengenai kesehatan dan perkembangan masyarakat.
14) GEORGE SIMMEL Sosiologi adalah Ilmu pengetahuan yang mempelajari perhubungan sesama manusia ( Human Relationship )
15) LESTER FRANK WARD Sosiologi adalah Ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk meneliti kemajuan-kemajuan manusia dan apa saja yang dilakukan oleh manusia dalam kehidupannya.
16) WILLIAM KORNBLUM Sosiologi adalah Suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku-perilaku anggotanya yang menjadikannya masyarakat yang bersangkutan ke dalam berbagai kelompok-kelompok dan berbagai kondisi-kondisi
17) ALLAN JOHNSON Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu system social dan bagaimana system tersebut mempengaruhi individu dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi system itu.
18) VANDER ZANDEN Sosiologi adalah Studi ilmiah tentang interaksi manusia di masyarakat.
19) ANTHONY GIDDENS Sosiologi adalah Studi tentang kehidupan social manusia, kelompok-kelompok manusia dan masyarakat.
20) MAYOR POLAK Sosiologi adalah Ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan yakni hubungan diantara manusia dengan manusia, manusia dengan kelompok, kelompok dengan kelompok.
21) SELO SOEMARDJAN & SOELAEMAN SOEMARDI Sosiologi adalah Ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur social dan proses social termasuk perubahan-perubahan social yang terjadi di masyarakat.
22) SOERJONO SOEKANTO Sosiologi adalah Ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.
23) HASSAN SHADILY Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari tentang hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antar manusia yang menguasai kehidupan dengan mencoba mengerti sifat dan maksud hidup bersama, cara terbentuk dan tumbuh serta perubahannya
SOSIOLOGI SBG SUATU DISIPLIN ILMU
Ilmu dapat didefenisikan sebagai kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pikiran ( logika ) dan bersifat objektif. Secara garis besar Sifat Ilmu Pengetahuan dapat digambarkan sebagai berikut :
RASIONAL Ilmu pengetahuan didasarkan atas kegiatan berpikir secara logis dengan menggunakan rasio (nalar) dan hasilanya dapat diterima oleh akal sehat
OBJEKTIF Kebenaran yang dihasilkan ilmu itu merupakan kebenaran tentang pengetahuan yang jujur, apa adanya sesuai dengan kenyataannya
AKUMULATIF Ilmu dibentuk dengan dasar oleh teori yang lama, yang disempurnakan sehingga menghasilkan teori yang lebih sempurna
EMPIRIS Kesimpulan yang diambil harus dapat dibuktikan melalui pemeriksaan dan pembuktian oleh pancaindra,
RASIONAL Ilmu pengetahuan didasarkan atas kegiatan berpikir secara logis dengan menggunakan rasio (nalar) dan hasilanya dapat diterima oleh akal sehat
OBJEKTIF Kebenaran yang dihasilkan ilmu itu merupakan kebenaran tentang pengetahuan yang jujur, apa adanya sesuai dengan kenyataannya
AKUMULATIF Ilmu dibentuk dengan dasar oleh teori yang lama, yang disempurnakan sehingga menghasilkan teori yang lebih sempurna
EMPIRIS Kesimpulan yang diambil harus dapat dibuktikan melalui pemeriksaan dan pembuktian oleh pancaindra,
Menurut Harry M. Johnson Sosiologi dapat dikatan sebagai suatu disiplin ilmu karena dapat memenuhi syarat – syarat diatas, Yaitu :
1.Sosiologi bersifat EMPIRIS, Yaitu Sosiologi mempelajari masalah yang terdapat didalam masyarakat berdasarkan hasil pengamatan atau hasil observasi dari pancaindera.
2.Sosiologi bersifat TEORITIS, Yaitu Sosiologi terdiri atas sejumlah konsep-konsep yang saling berhubungan untuk menjelaskan fenomena yang terjadi dalam masyarakat.
3.Sosiologi bersifat KUMULATIF, Yaitu Sosiologi terus mengembangan konsep-konsep dan teori-teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki dan terus disempurnakan sehingga dapat menjelaskan gejala-gejala social yang terjadi dalam masyarakat
4.Sosiologi bersiaft NON ETIS, Yaitu Sosiologi hanya menggambarkan apa adanya suatu fenomena yang terjadi dimasyarakat dan menjelaskanya secara analitis bikan mempermasalahkan fenomena tersebut tentang baik atau buruknya, benar atau salahnya, boleh atau tidak bolehnya suatu fenomena atau gelaja social terjadi dimasyarakat
SOSIOLOGI SBG SUATU METODE
Sebagai suatu metode, Sosiologi menggunakan cara-cara yang ilmiah dalam mempelajari gejala-gejala social, fenomena-fenomena social, aspek-aspek yang terjadi di masyarakat. Jadi sosiologi sebagai suatu metode sangat berhubungan erat dengan PENELITIAN.
Secara garis besar metode-metode penelitian yang digunakan di dalam disiplim ilmu sosiologi menurut
Soerjono Soekanto adalah :
Soerjono Soekanto adalah : 1.Metode Kualitatif adalah Cara yang digunakan dalam memahami gejala-gejala social dan fenomena-fenomena social dengan memberikan pemaknaan atau penilaian terhadap data yang diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Umumnya Penggunaan metode kualitatif dilakukan apabila data yang diperoleh dari hasil penelitiantidak dapat dijabarkan atau diukur dengan menggunakan angka-angka yang bersifat eksak. Secara garis besar ada beberapa pendekatan yang digunakan dalam Metode kualitatif, Yaitu :
1)Pendekatan Historis Yaitu Pendekatan penelitian yang menganalisis peristiwa-peristiwa, gejala-gejala, fenomena-fenomena yang terjadi dimasa lalu untuk merumuskan atau menghasilkan prinsip-prinsip umum dari peristiwa-peristiwa, gejala-gejala, fenomena-fenomena tersebut.
2)Pendekatan Komparatif Yaitu, Pendekatan yang digunakan dengan cara membandingkan peristiwa-peristiwa, gejala-gejala, fenomena-fenomena yang terdapat diantara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain.
3) Pendekatan Studi Kasus Yaitu, Cara penelitian yang memusatkan perhatian pada peristiwa-peristiwa, gejala-gejala, fenomena-fenomena tertentu yang terjadi dalam masyarakat, kelompok-kelompok social maupun individu. Pendekatan terhadap suatu kasus tertentu umumnya dilakukan secara intensif, mendalam, mendetail dan komprehensif (secara menyeluruh).
2. Metode Kuantitatif adalah Cara yang digunakan dalam memahami peristiwa-peristiwa, gejala-gejala, fenomena-fenomena dimana data yang diperoleh dari hasil penelitianya didasarkan pada angka-angka. atau dengan kata lain penelitian yang menggunakan keterangan-keterangan dengan angka-angka sehingga peristiwa-peristiwa, gejala-gejala, fenomena-fenomena dapat diukur dan dianalisa. Secara umum metode kuantitatif menggunakan pendekatan :
Pendekatan Statistik Yaitu, Pendekatan yang menggunakan kumpulan datanya berupa angka-angka yang disajikan dalam bentuk distibusi frekuensi, diagram untuk menggambarkan suatu peristiwa-peristiwa, gejala-gejala, fenomena-fenomena tertentu dan dianalisis dengan menggunakan formula atau rumus tertentu
MANFAAT MEMPELAJARI SOSIOLOGI
Dengan mempelajari Sosiologi kita dapat :
1) Mempelajari, menjelaskan, menganalisis dan meneliti fenomena social, gejala social dan masalah-masalah social yang terjadi dimasyarakat
2) Hasil-hasil penelitian Sosiologi dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan atau sebagai acuan untuk pengambilan kebijakan pemerintah dalam pembangunan
3) Hasil-hasil penelitian Sosiologi dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah social yang terjadi dimasyarakat.
4) Metode-metode penelitian Sosiologi mempunyai kemampuan yang baik dalam memprediksi dan menginterpretasikan data yang menyangkut hubungan sebab akibat dalam aspek-aspek kehidupan manusia
1) Mempelajari, menjelaskan, menganalisis dan meneliti fenomena social, gejala social dan masalah-masalah social yang terjadi dimasyarakat
2) Hasil-hasil penelitian Sosiologi dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan atau sebagai acuan untuk pengambilan kebijakan pemerintah dalam pembangunan
3) Hasil-hasil penelitian Sosiologi dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah social yang terjadi dimasyarakat.
4) Metode-metode penelitian Sosiologi mempunyai kemampuan yang baik dalam memprediksi dan menginterpretasikan data yang menyangkut hubungan sebab akibat dalam aspek-aspek kehidupan manusia
PERILAKU MENYIMPANG
Ada beberapa defenisi perilaku menyimpang, yang diajukan oleh beberapa Sosiolog. Antara lain :
J James Vander Zanden
Perilaku meyimpang : Perilaku yang dianggap sebagai hal tercela dan di luar batas-batas toleransi oleh sejumlah besar orang.
Perilaku meyimpang : Perilaku yang dianggap sebagai hal tercela dan di luar batas-batas toleransi oleh sejumlah besar orang.
J Robert M. Z. Lawang
Perilaku menyimpang : semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial (masyarakat) dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang untuk memperbaiki hal tersebut.
Perilaku menyimpang : semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial (masyarakat) dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang untuk memperbaiki hal tersebut.
J Bruce J. Cohen
Perilaku menyimmpang : Setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri ( tidak bisa bersosialisasi/beradaptasi ) dengan kehendak-kehendak masyarakat.
Perilaku menyimmpang : Setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri ( tidak bisa bersosialisasi/beradaptasi ) dengan kehendak-kehendak masyarakat.
J Paul B. Horton
Perilaku menyimpang : setiap perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat
Perilaku menyimpang : setiap perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat
II. JENIS-JENIS PERILAKU MENYIMPANG
Perilaku menyimpang dapat dibedakan berdasarkan beberapa kriteria atau sudut pandang, Yaitu :
A Berdasarkan jenisnya
1. Perilaku menyimpang primer, yaitu perilaku menyimpang yang baru pertama kali dilakukan oleh seseorang 2. Perilaku menyimpang sekunder, yaitu perilaku menyimpang yang merupakan pengulangan dari perilaku menyimpang sebelumnya
B Berdasarkan efek / dampaknya
1. Perilaku menyimpang positif adalah perilaku menyimpang yang memiliki dampak positif, biasanya berupa inovasi yang memberikan mutu kehidupan masyarakat. Contoh............
2. Perilaku menyimpang negatif adalah perilaku menyimapng yang memberiakn dampak buruk terhadap kehidupan masyarakat atau bersifat anti sosial. Contoh...........
C Berdasarkan bentuknya
1. Perilaku menyimpang yang bukan merupakan kejahatan atau kriminala adalah perilaku menyimapang yang bukan merupakan tindak pidana. Contoh......................
2. Perilaku menyimpang yang merupakan kejahatan / kriminal adalah perilaku menyimpang yang dikenai ancaman atau sanksi pidana. Contoh.............
3. Kenakalan remaja adalah perilaku menyimpang yang umunyadilakukan oleh para remaja, Contoh...........
III. BENTUK-BENTUK PERILAKU MENYIMPANG
Menurut Robert M.Z. Lawang perilaku menyimpang dapat dibedakan dala 4 bentuk, yaitu :
1. Perilaku menyimpang yang dianggap sebagai kejahatan atau kriminal, Contoh.............
2. Penyimpangan seksual yaitu perilaku seksual yang tidak lazim dan lain dari biasanya. Contoh.............
3. Penyimpangan dalam bentuk gaya hidup yang lain dari biasanya, Contoh...........
4. Penyimpangan dalam bentuk pemakaian dan konsumsi yang berlebih-lebihan, Contoh.........
IV. FUNGSI PRILAKU MENYIMPANG
1. Perilaku menyimpang memperkokoh nilai dan norma-norma sosial yang terdapat di dalam masyarakat
2. Perilaku menyimpang akan memperjelas batas-batas moral yang terdapat dalam masyarakat
3. Tanggapan terhadap perilaku menyimpang akan menumbuhkan kesatuan masyarakat
4. Perilaku menyimpang mendorong terjadinya perubahan sosial
V. BEBERAPA KONSEP PENTING TENTANG PERILAKU MENYIMPANG
1. Seseorang dikatakan berperilaku menyimpang karena orang lain / masyarakat mengatakan/menganggapnya seperti itu, dengan kata lain adanya kesepakatan dimasyarakat behwa perilaku itu bersifat menyimpang.contoh.................
2. Perilaku yang termasuk dalam perilaku menyimpang berbeda dari waktu ke waktu atau setiap masa & jaman berbeda. Contoh.......
3. Perilaku yang dianggap perilaku menyimpang oleh sebuah masyarakat belum tentu dianggap sebagai perilaku menyimpang oleh masyarakat lain. Contoh..........
4. Perilaku menyimpang bisa berupa tindakan kriminal bisa juga bukan merupakan tindakan kriminal. Contoh...........
5. Ada pelanggaran hukum yang bukan merupakan perilaku menyimpang
6. Masyakat ada kalanya sangat mengecam perilaku menyimpang , namun kadang bersikap biasa-biasa saja terhadap beberapa perilaku menyimpang lainnya. Contoh..............
Latihan Kompetensi dasar 2 : Mendeskripsikan terjadinya perilaku menyimpang dan sikap-sikap anti sosial
1. Adi adalah anak laki-laki satu-satunya dari lima bersaudara dalam keluarga pak Arman. Dirumah ia selalu diperlakukan istimewa, disekolahpun ia selalu ingin menang sendiri. Contoh kasus diatas merupakan akibat dari….
a) sikap mental yang tidak sehat
b) proses sosialisasi yang tidak sempurna
c) sosialisasi sub kebudayaan
d) penyimpangan social
e) perubahan pola hidup
2. Penyimpangan social akan terjadi apabila seseorang….
a) tidak setuju terhadap peraturan kelompok
b) mengabaikan nilai dan norma social yang berlaku di masyarakat
c) tidak memenuhi harapan orang tua
d) tidak mempunyai cita-cita
e) melakukan nilai-nilai tertentu
3. Perhatikan data berikut ini :
1. mengikuti lomba balap sepeda
2. perkelahian antar relajar
3. menonton film detektif dan film laga
4. melempar petasan di jalan raya
berdasarkan data diatas, contaoh kenakalan remaja dewasa ini antara lain nomor….
a. 1 dan 2 d. 3 dan 4
b. 1 dan 3 e. 2 dan 4
c. 2 dan 3
4. Berikut ini yang bukan merupakan penyebab perilaku menyimpang karena kegagalan sosialisasi dalam keluarga ádalah….
a) perhatian dan kasih sayang yang cukup
b) kedua orang tua tidak pernah harmonis
c) kedua orang tua terlalu keras mengekang
d) orang tua terlalu memanjakan anak
e) orang tua tidak Dapat memberikan perhatian dan kasih sayang
5. Setelah perceraian kedua orang tuanya, Herman menjadi seorang pemabuk dan sering bolos sekolah. Perilaku menyimpang ini di latarbelakangi oleh faktor….
a) Masuknya unsur budaya asing
b) Lemahnya pengawasan sekolah
c) Lemahnya sanksi bagi pelanggar
d) Proses sosialisasi yang tidak sempurna
e) Adanya kebudayaan yang menyimpang
6. Perilaku menyimpang sekunder adalah perilaku menyimpang yang….
a) Di ancam hukuman mati
b) Dilakukan oleh beberapa orang
c) Dilakukan secara sengaja
d) Sudah menjadi kebiasaan / berulang-ulang dan ciri-ciri masyarakat
e) Tidak di toleransi masyarakat
7. Perhatikan pernyataan berikut !
1. Kerusuhan dan kebakaran pada Mei 1998.
2. Penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang.
3. Pemerkosaan terhadap pembantu rumah tangga.
4. Terganggunya keamanan di daerah perbatasan.
Dari perilaku-perilaku di atas, yang termasuk penyimpangan sekunder adalah nomor ...
a) 1 dan 2
b) 1 dan 3
c) 1 dan 4
d) 2 dan 3
e) 3 dan 4
8. Seorang remaja tinggal bersama nenek sejak kecil dan sangat dimanja, segala keinginannya dipenuhi. Setelah dewasa, ia berani mencuri demi keinginannya terpenuhi. Dari kasus di atas dapat disimpulkan bahwa terjadinya perilaku menyimpang sebagai akibat ...
a) Sosialisasi yang tidak sempurna
b) Pengaruh media massa liberal
c) Pengawasan sosial yang lemah
d) Pengaruh lingkungan bermain
e) Pewarisan kebiasaan mengasuh anak
9. Hal penting yang menjadi patokan apakah perilaku seseorang dianggap menyimpang atau tidak adalah....
a) Situasi umum yang sedang berlangsung
b) Nilai sosial dan norma sosial yang berlaku di masyarakat
c) Tingkat pendikan masyarakat
d) Pola perilaku dan kepribadian masyatakat
e) Perilaku umum dari individu
10. Perilaku menyimpang primer adalah perilaku menyimpang yang....
a) Perilaku yang merugikan diri sendiri
b) Bersifat sementara dan baru pertama kali
c) Terjadi pada masyarakat kelas bawah
d) Melibatkan orang banyak
e) Terjadi berulang-ulang
11. Berikut ini yang merupakan contoh perilaku menyimpang sekunder adalah....
a) Mabuk-mabukan setiap hari tak kenal tempat
b) Memalsukan laporan pajak perusahaan
c) Menghentikan bus di sembarang tempat
d) Menimbun BBM saat harga naik
e) Meludah di depan orang banyak
12. Penyimpangan sosial adalah perilaku yang oleh sejumlah orang di anggap tercela dan diluar batas-batas toleransi. Pendapat ini di kemukan oleh....
a) Robert M.Z. Lawang
b) Bruce J. Cohen
c) Paul B. Horton
d) Caesare Lambroso
e) James Vander Sanden
13. Tindakan korupsi yang dilakukan oleh Gayus Tambunan termasuk perilaku menyimpang....
a) Perilaku menyimpang positif
b) Penyimpangan gaya hidup
c) Perilaku menyimpang kejahatan/kriminal
d) Penyimpangan seksual
e) Penyimpangan sekunder
14. Perilaku menyimpang yang bukan termasuk kejahatan atau kriminal adalah....
a) Pembunuhan
b) Korupsi
c) Merokok
d) Pencurian
e) Perampokan
15. Penyalahgunaan narkotika / narkoba termasuk dalam penyimpangan....
a) Sosialisasi yang salah
b) Kriminalitas / kejahatan
c) Penyimpangan gaya hidup
d) Penyimpangan seksual
e) Penyimpangan primer
16. Perilaku menyimpang adalah perilaku yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam sistem sosial ( masyarakat ) dan menimbulkan usaha dari pihak berwenang untuk memperbaiki perilaku menyimp[ang tersebut, adalah pengertian yg di kemukakan oleh....
a) J. Vander Zanden
b) Soerjono Soekanto
c) Robert M.Z. Lawang
d) Selo Soemardjan
e) Bruce J. Cohen
17. Keluarga dapat menjadi media pembentukan perilaku menyimpang karena....
a) Keluarga yang tidak harmonis akan melahirkan anak yg berperilaku menyimpang
b) Kondisi keluarga akan mempengaruhi kondisi mental anak
c) Keluarga merupakan lingkungan tempat tinggal anak
d) Keluarga yang baik akan menghasilkan anak yang sukses
e) Keluarga sangat berperan dalam pembentukan kepribadian seorang anak
18. Perhatikan pernyataan berikut :
1. Sosialisasi yang tidak sempurna
2. Mengadopsi sub kebudayaan menyimpang
3. Gagalnya individu mengidentifikasi nilai dan norma yg berlaku di masyarakat
4. Tindakan kriminal yg di lakukan seseorang
5. Kurangnya pengetahuan tentang nilai dan norma yg berlaku di masyarakat
Yang merupakan penyebab perilaku menyimpang adalah....
a) 1, 3, 5
b) 2, 3, 5
c) 3, 4, 5
d) 1, 2, 3
e) 2, 4, 5
19. Homoseks dan lesbian merupakan perilaku menyimpang bagi masyrakat indonesia karena....
a) Hubungan seksual bagi masyrakat adalah proses regenarasi bukan kesenangan
b) Tindakan semacam itu hanya memperbudak salah satu pihak
c) Agama di Indonesia menentang aktivitas seksual semacam itu
d) Adanya golongan yang taat pada hukum
e) Tidak ada kepastian hukum bagi masyrakat
20. Membudayanya korupsi di Indonesia adalah bentuk dari....
a) Kegagalan sosialisasi
b) Kegagalan pengendalian sosial
c) Lemahnya sistem hukum di Indonesia
d) Pesatnya perkembangan teknologi
e) Rendahnya mental bangsa
PENGENDALIAN SOSIAL
PENGERTIAN
Joseph S. Roucek Pengendalian sosial : Segala proses baik yang direncanakan maupun tidak yang bersifat mendidik, mengajak bahkan memaksa warga-warga masyarakat agar mematuhi kaidah-kaidah dan nilai – nilai sosial yang berlaku.
Peter L. Berger Pengendalian sosial : Berbagai cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan anggota – anggotanya yang menyimpang
John J. Macionis Penegdalian sosial : Berbagai sarana untuk mendorong warga masyarakat agar bersedia mematuhi norma – norma yang berlaku
Bruce J. Cohen Pengendalian sosial : Cara – cara atau metode yang digunakan untuk mendorong seseorang agar berperilaku selaras dengan kehendak – kehendak masyarakat
Craig Calhoun, Donald Light, Suzanne Keller Pengendalian sosial : Segala usaha dari kelompok atau masyarakat untuk mengatur perilaku anggotanya agar sesuai dengan norma – norma yang berlaku
Dilihat dari dimensi pelaksanaannya , pengendalian sosial dapat dibagi atas :
1. Cara Persuasif Cara persuasif merupakan upaya pengendalian sosial yang menekankan pada tindakan yang sifatnya mengajak atau membimbing warga masyarakat agar bersedian bertindak sesuai dengan norma – norma atau aturan yang berlaku di masyarakat. Atau dengan kata lain upaya persuasif cenderung menekankan pada upaya penyadaran masyarakat tentang perilaku meyimpang Contoh............................
2. Cara Koersif Cara koersif merupakan upaya pengendalian sosial yang dilakukan dengan menekankan pada tindakan yang sifatnya memaksa warga masyarakat agar bersedia bertindak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat, umumnya cara iini digunakan apabila cara persuasif tidak berhasil. Contoh...........
SIFAT PENGENDALIAN SOSIAL
Berdasarkan sifatnya, pengendalian sosial terdiri dari :
1. Upaya Preventif Upaya preventif adalah berbagai upaya sosial yang dilakukan untuk mencegah terjadinya berbagai perilaku menyimpang atau terjadinya gangguan terhadap kedamaian dan ketertiban masyarakat Contoh............
2. Upaya refresif Upaya preventif adalah berbagai upaya untuk mengembalikan kedamaian dan ketertiban masyarakat yang terganggu akibat berbagai perilaku menyimpang, Upaya refresif biasanya dilakukan dalam bentuk pemberian sanksi kepada warga masyarakat yang menyimpang atau yang melanggar norma yang berlaku. Contoh.................
JENIS – JENIS PENGENDALIAN SOSIAL
Ada beberapa jenis pengendalian sosial yang berfungsi untuk mencegah dan mengatasi perilaku menyimpang di masyarakat, yang meliputi :
1. Gosip / Desas – desus Gosip atau desas – desus atau kabar burung yaitu informasi yang menyebar secara cepat dan tidak berlandaskan pada bukti atau fakta yang kuat, tidak jelas sumbernya, dan tersebar melalui pembicaraan orang. Namun demikian informasi tersebut bisa saja benar bisa juga salah. Pada umumnya, orang tidak senang bila menjadi sasaran gosip sebab gosip menyebabkan perubahan sikap masyarakat terhadap orang yang menjadi sasaran gosip. Oleh karena itu, orang akan berusaha agar tidak menjadi sasaran gosip. Jadi secara umum gosip menjadikan seseorang menyadari kesalahan lalu berusaha bertindak sesuai dengan norma/aturan yang berlaku.namun gosip kadang tidak efektif jika tidak didukung oleh budaya malu. Contoh.......................
2. Teguran Teguran adalah peringatan yang dilakukan oleh satu pihak kepada pihak lain yang bertujuan untuk menyadarkan pihak yang melakukan perilaku menyimpang sehingga diharapkan pihak tersebut tidak mengulangi tindakannya. Contoh...........................
3. Hukuman / Sanksi Hukuman atau sanksi adalah perlakuan tertentu yang sifatnya tidak mengenakkan atau menimbulkan penderitaan yang diberikan kepada pihak pelaku perilaku menyimpang. Secara umum hukuman berfungsi untuk menyadarkan pelaku perilaku menyimpang sehingga tidak melakukan perilaku menyimpang lagi dan memberikan contoh kepada pihak yang tidak melakukan perilaku menyimpang, bahwa bila mereka melakukan perilaku menyimpang akan mendapatkan hukuman. Contoh........................
4. Celaan Celaan adalah tindakan kritik atau tuduhan terhadap suatu pandangan, sikap, dan perilaku yang tidak sesuai dengan pandangan, sikap, dan perilaku yang umumnya di masyarakat. Celaan lebih mudah dimengerti oleh seseorang karena diekspresikan dalam bentuk ucapan, protes atau kritik yang terbuka dan langsung menuju sasaran Contoh....................
5. Pengucilan Pengucilan adalah tindakan pemutusan hubungan sosial dari sekelompok orang terhadap seorang yang berperilaku menyimpang. Tujuan pengucilan agar supaya orang yang melakukan perilaku menyimpang dapat melakukan interopeksi diri agar tidak mengulangi perbuatan yang menyimpang. Contoh.................................
6. Ejekan Ejekan adalah tindakan yang membicaraka seseorang dengan menggunakan kata-kata kiasan, perumpamaan atau kata-kata yang berlebihan serta bermakna negatif Contoh................
7. melalui Pendidikan Pendidikan merupakan lembaga pengendalian sosial yang penting karena melalui pendidikan orang akan memahami, orang akan tahu, mengakui dan mengajarkan yang baik agar orang bersedia berperilaku yang sesuai dengan norma-norma yang terdapat di masyarakat. Contoh.....................................
8. melalui ajaran Agama Secara umum agama memberikan pedoman hidup atau memberikan ajaran tentang apa yang baik, yang benar bagi seseorang untuk berperilaku baik dalam hubunganya dengan Tuhan, sesama manusia dan alam. Contoh..............................
FUNGSI PENGENDALIAN SOSIAL
1. Mempertebal keyakinan masyarakat terhadap norma/aturan yang berlaku dimasyarakat
2. Memberikan imbalan kepada orang yang menaati norma/aturan
3. Mengembangkan rasa takut dan menciptakan rasa malu
4. Menciptakan sistem hukum
LEMBAGA – LEMBAGA PELAKSANA PENGENDALIAN SOSIAL
1. Kepolisian Secara umum kepolisian merupakan lembaga yang berwenang untuk melaksanakan berbagai pengendalian terhadap perilaku – perilaku yang menyimpang yang terjadi di masyarakat, Sebagai alat negara untuk menegakkan hukum, memelihara serta meningkatkan ketertiban hukum, Sebagai pengayom dengan memberikan perlindungan dan pelayanan bagi tegaknya peraturan perundang-undangan.
2. Lembaga Peradilan Lembaga peradilan berfungsi untuk memberikan putusan hukum kepada warga masyarakat yang melakukan perilaku menyimpang atau yang melanggar norma hukum, Peradilan juga dapat mebuat putusan mengenai penyelesaian perselisihan antara du pihak yang bertikai. Jadi denga adanya lembaga peradilan maka status hukum dari sebuah perilaku menyimpang yang dilakukan oleh seseorang dapat diketahui dengan jelas.
3. Lembaga Adat Lembaga adat di Indonesia sebenarnya hanya sebagai pelengkap peraturan hukum tertulis, Peranan adat dapat dilihat pada sebuah masyarakat yang masih memegang teguh norma – norma adat. Misalnya warga masyarakat yang melanggar adat atau tradisi pada umumnya akan diberikan sanksi. Misalnya, tokoh adat yang memberikan sanksi berupa pengusiran dari lingkungan suku akibat seseorang menggar adat nenek moyang
4. Tokoh masyarakat Tokoh masyarakat adalah individu – individu yang dianggap memiliki pengaruh atau wibawa di masyarakat, atau orang yang disegani atau dihormati di masyarakat karena tutur kata atau tindakan atau perilakunya dapat menjadi contoh yang baik di masyarakat. Secara umum peranan tokoh masyarakat diharapkan mampu mencegah terjadinya perilaku menyimpang di masyarakat. Misalnya peranan Ketua RW,RT dalam menjaga ketertiban masyarakat yaitu dengan meningkatkan siskamling atau dapat melakukan teguran – teguran terhadap berbagai perilaku menyimpang di masyakat
PENGERTIAN KEBUDAYAAN
I. PENGERTIAN : Dalam kehidupan sehari-hari, orang lebih sering membicarakan kebudayaan. Juga dalam kehidupan sehari-hari, orang tak mungkin tidak berurusan dengan hasil-hasil kebudayaan. Setiap hari orang bahkan melihat, mempergunakan dan kadang-kadang mungkin merusak kebudayaan. Kebudayaan sebenarnya secara khusus dipelajari oleh disiplin ilmu Antropologi. Walaupun demikian, seorang yang memperdalam perhatiannya terhadap Sosiologi yang mempelajari masyarakat tak mungkin lepas dari pengetahuan tentang kebudayaan, karena antara masyarakat dan kebudayaan saling berhubungan erat dimana setiap masyarakat pasti memiliki kebudayaan dan kebudayaan bisa ada ketika ada sebuah masyarakat. Untuk lebih jelasnya kita akan mempelajari beberapa hal yang menyangkut kebudayaan. 1) SECARA ETIMOLOGI Secara etimologis pengertian kebudayaan dapat dikemukakan sbb : 1. Kontjaraningrat, menulis kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu “buddhayah” yang bentuk jamaknya “buddhi” yang berarti “budi atau akal”. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan hal-hal yang bersangkutan dengan akal manusia 2. Bekker, menyebutkan bahwa kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu “abhyudaya” yang berarti hasil baik, kemajuan, kemakmuran yang serba lengkap yang juga kata ini menunjuk pada kemakmuran, kebahagiaan, kesejahteraan moral dan rohani maupun materi dan jasmani. Tetapi secara singkat Bekker mengartikan kebudayaan sebegai penciptaan, penerbitan dan pengolahan nilai- nilai insani/manusiawi, tercakup didalamnya usaha membudayakan bahan alam mentah serta hasilnya dimana hal ini dapat dilihat dari hasil kerajinan. 2) MENURUT PARA AHLI Pada umumnya, orang awam mengartikan kebudayaan secara sempit seperti kebudayaan hanya menyangkut tentang hasil seni, keindahan, tari-tarian,dll sebagainya. Padahal pengertian kebudayaan cakupannya sangat luas, hal itu dapat dilihat dari beberapa pendapat para ahli tentang kebudayaan yaitu : & Taylor, mengartikan kebudayaan sebagai “keseluruhan yang kompleks yang didalamnya terkandung ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat dan kemampuan serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat” & Koentjaraningrat, mengartikan kebudayaan sebagai “keseluruhan system gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia” & C. Wisser, A.Davis & A. Hoebel, mereka semua mengartikan kebudayaan sebagai “Perbuatan yang pada dasarnya merupakan insting selanjutnya dimodifikasi / diperbaharui dan dikembangkan melalui suatu proses belajar” & Ralf Linton, mengemukakan bahwa Kebudayaan sebagai “konfigurasi/perwujudan dari tingkah laku yang unsur-unsur pembentuknya didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakat” & C. Klukhohn & W.H.Kelly, merumuskan bahwa Kebudayaan adalah “pola untuk hidup yang tercipta dalam sejarah yang tersirat/eimplisit maupun tidak tersirat/eksplisit, yang rasional maupun irrasional yang terdapat pada setiap waktu sebagai pedoman yang potensial bagi tingkah laku manusia” & Harjoso, mengemukakan inti kebudayaan adalah 1. Kebudayaan yang terdapat didalam masyarakat berbeda antara satu dengan yang lain 2. Kebudayaan itu dapat diteruskan dan dapat diajarkan 3. Kebudayaan itu terjabarkan dari komponen-komponen biologis, psikologis, dan sosiologis dari eksistensi/keberadaan manusia. 4. Kebudayaan itu berstruktur atau mempunyai cara atau aturan tertentu 5. Kebudayaan terbagi atas berbagi aspek-aspek baik itu social, psikologis 6. Kebudayaan itu bersifat dinamis atau selalu berubah 7. Nilai-nilai dalam kebudayaan itu bersifat relative atau antara masyarakat yang satu berbeda dengan denga masyarakat yang lain & Roucek & Warren, Kebudayaan itu terwujud bukan hanya seni tetapi juga terwujud dalam benda-benda yang terdapat disekeliling maupun yang dibuat oleh manusia, jadi menurut Roucek dan Warren Kebudayaan adalah ”cara hidup yang dikembangkan oleh sebuah masyarakat guna memenuhi keperluan dasarnya untuk dapat bertahan hidup, meneruskan keturunannya dan mengatur pengalaman sosialnya” & Herkovits & Malinowski, memberikan defenisi kebudayaan sebagai “suatu yang superorganik atau bersifat turun-temurun dari generasi ke generasi tetap hidup terus dan berkesinambungan meskipun manusia yang ada didalamnya silih berganti karena proses kelahiran dan kematian” & Hassan Shadily, mengemukakan kebudayaan berarti “keseluruhan dari hasil manusia hidup bermasyarakat, berisi aksi-aksi terhadap dan oleh sesama manusia sebagai anggota masyarakat yang merupakan kepandaian, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, kebiasaan,dll” & Selo Soemardjan & Soelaiman Soemardi, mengemukakan bahwa kebudayaan adalah “semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Semuanya dapat berupa teknologi dan hasil benda. & Abdul Syani, mengemukakan tiga hal yang terkandung dalam kebudayaan yakni : kebudayaan hanya dimiliki oleh masyarakat manusia, kebudayaan itu diturunkan melalui proses belajar dari tiap individu, kebudayaan merupakan pernyataan perasaan dan pikiran manusia” & Sukidin, Basrowi & Agus Wijaka, mendefenisikan kebudayaan sebagai “keseluruhan system gagasan, tindakan dan hasil karya manusia untuk memenuhi kehidupannya dengan cara belajar” Dari berbagai pengertian dari para ahli dapat disimpulkan bahwa Kebudayaan adalah : 1. Segala sesuatu yang dilakukan manusia dan dihasilkan manusia dan meliputi : ? Kebudayaan materil (bersifat jasmaniah/kebendaan) yang meliputi benda-benda hasil ciptaan manusia misalnya kendaraan, alat rumah tangga,dll ? Kebudayaan non materil (bersifat rohaniah) yaitu semua hal yang tidak dapat dilihat dan diraba misalnya agama, bahasa,dll 2. Kebudayaan tidak diwariskan secara biologis melainkan diperoleh dengan cara belajar, misalnya walaupun secara biologis/terlahir anda termasuk dalam suatu masyarakat yang mempunyai kebudayaan anda tidak meungkin langsung tahu kebudayaan yang terdapat didalam masyarakat anda tetapi anda harus belajar dulu baru bias tahu misalnya untuk mengetahi suatu bahasa daerah tertentu harus dipelajari, 3. Kebudayaan diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Tanpa masyarakat kemungkinan untuk menghasilkan sebuah kebudayaan. II. UNSUR – UNSUR KEBUDAYAAN Herskovits, mengajukan adanya 4 unsur pokok dalam kebudayaan : 1)Alat-alat teknologi 2)System ekonomi termasuk mata pencaharia 3)Keluarga 4)Kekuasaan politik Brosnilaw Malinowski, unsur-unsur pokok kebudayaan adalah ; 1)Sistem norma yang memungkinkan kerjasama antara para anggota masyarakat agar menguasai alam sekitarnya 2)Organisasi ekonomi 3)Alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan Misalnya keluarga 4)Organisasi militer Dari berbagai pendapat diatas Koentjaraningrat membuat suatu kesimpulan yang sangat umum digunakan oleh para SOSIOLOG dan ANTROPOLOG mengemukakan bahwa secara umum unsur-unsur kebudayaan adalah : 1) Sistem religi dan upacara keagamaan 2) Sistem dan organisasi kemasyarakatan 3) Sistem pengetahuan 4) Bahasa 5) Kesenian 6) Sistem mata pencaharian 7) Sistem teknologi dan peralatan III. HAKIKAT & WUJUD KEBUDAYAAN Walaupun setiap masyarakat mempunyai kebudayaan yang beranekaragam dan berbeda-beda, namun setiap kebudayaan mempunyai sifat hakikat/keberadaan yang berlaku umum bagi semua kebudayaan dimanapun. Yaitu : ? Kebudayaan terwujud dan tersalurkan dari perikelakuan manusia ? Kebudayaan telah ada terkebih dahulu daripada lahirnya suatu generasi tertentu dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan artinya kebudayaan ada dari generasi ke generasi ? Kebudayaan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya ? Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban-kewajiban, tindakan-tindakan yang diterima dan ditolak, tindakan-tindakan yang dilarang dan yang diizinkan. Dan Koentjaraningrat menggolongkan tiga wujud kebudayaan, yaitu sbb : @ Wujud kebudayaan sebagai suatu yang kompleks dari ide-ide, gagasan nilai-nilai, norma-norma/peraturan,dsb Wujud kebudayaan ini bersifat mengatur, mengendalikan dan memberi arah pada tingkah laku manusia di dalam masyarakat, baik berupa tata kelakuan, Baik tertulis maupun tidak tertulis. @ Wujud kebudayaan sebagai suatu yang kompleks dari aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat Wujud kebudayaan ini dapat pula disebut sistem sosial yakni aktivitas-aktivitas manusia dalam berinteraksi sosial dan bergaul, dimana interaksi ini selalu mengikuti pola-pola tertentu berdasarkan adat atau tata kelakuan.Wujud kebudayaan ini sudah sampai pada tingkat kelakuan sehingga dapat diobservasi/dilihat dan dapat didokumentasikan. @ Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia Wujud kwbudayaan ini disebut juha kebudayaan fisik. Dimana berwujud benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat oleh panca indera. IV. FUNGSI KEBUDAYAAN Secara umum kebudayaan mempunyai fungsi sangat besar dalam kehidupan masyarakat antara lain, yaitu : 1. Dengan adanya kebudayaan manusia/masyarakat dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Sebagai contoh kebutuhan akan makanan dan minuman manusia/masyarakat berusaha membuat alat-alat yang bisa digunakan untuk mencari makanan. 2. Dengan adanya kebudayaan manusia/masyarakat dapat melindungi dirinya dari kekuatan-kekuatan alam baik yang bersifat masuk akal maupun yang tidak masuk akal. Sebagai contoh manusia/masyarakat kadang melakukan upacara-upacara adat yang berhubungan dengan alam agar alam tidak marah pada manusia/masyarakat misalnya melarung kepala kerbau ke laut. Kadang ini berlaku pada masyarakat tradisional 3. Pada masyarakat modern kebudayaan bahkan berfungsi memberikan kemungkinan bagi manusia/masyarakat untuk mengeksploitasi atau mengelolah alam dan mengatasi kekuatan-kekuatan alam. Sebagai contoh penggunaan alat-alat modern untuk mengatasi bencana-bencana alam atau penggunaan alat modern untuk mengolah Sumber daya alam. 4. Kebudayaaan mengatur manusia/masyarakat agar manusia/masyarakat dapat mengerti bagaimana seharusnya/sebaiknya bertindak, berbuat, menentukan sikapnya kalau berinteraksi dengan orang lain (sebagai control sosial). Hal ini berhubungan dengan norma-norma yang terdapat di masyarakat. 5. Kebudayaan juga berfungsi sebagai wadah/tempat curahan perasaan manusia/masyarakat. Contohnya kesenian sebagai cara manusia mengekspresikan dirinya. V. PERUBAHAN KEBUDAYAAN Masyarakat dan kebudayaan dimanapun selalu dalam keadaan berubah,sekalipun masyarakat dan kebudayaan itu sangat terisolasi atau bersifat primitif tetap akan mengalami perubahan.Menurut berbagai pendapat para ahli ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan kebudayaan baik bersumber dari masyarakat itu sendiri atau berasal dari luar masyarakat, Yaitu : I. Faktor yang berasal dari masyarakat itu sendiri, terdiri atas : 1) Akibat bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk Sebagai contoh dimasyarakat betawi yang ada di Jakarta pada awalnya mengenal sistem penggunaan tanah ulayat atau tanah adat seiring dengan berkembangnya Jakarta maka terjadi perubahan peraturan tentang tanah adat menjadi bersifat pribadi-pribadi. contoh lain dengan bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk akan menyebabkan terjadinya perubahan stratifikasi/pelapisan sosial dimasyarakat. 2) Adanya penemuan-penemuan baru (discoveri) atau adanya inovasi-inovasi baru (inovation) Misalnya dengan adanya penemuan radio menyebabkan terjadinya perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti lembaga pendidikan,lembaga keagamaan dan juga akan mempengaruhi aspek-aspek kemasyarakatan yang lain, Contoh lainnya dengan ditemukannya kapal terbang atau kendaraan lainya maka akan mengubah metodr peperangan,contoh lainya dengan ditemukanya traktor maka tugas kerbau yang dulunya menggarap sawah menjadi berubah diambil alih oleh mesin sehingga sekarang aspek ekonomis dari kerbau yang paling menonjol. 3) Terjadinya pertentangan atau konflik dalam masyarakat Misanya terjadinya pertentangan antara generasi muda dengan generasi tua dimana generasi muda lebih mudah menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang bertentangan dengan pemikiran tua yang menganggap kebudayaan asing bersifat tabu dilakukan, contohnya terjadinya pergaulan yang lebih bebas antara pria dan wanita sehingga berdampak pada perbedaan kedudukan/stratifikasi pria dan wanita dimasyarakat menjadi sederajat. 4) Terjadinya pemberontakan atau revolusi dalam masyarakat Misalnya terjadinya pemberontakan di Rusia 1917 menyebabkan terjadinya perubahan bentuk negara dari kerajaan berubah menjadi diktator sehingga lembaga-lembaga kemasyarakat menjadi berubah, contohnya Dalam dunia pendidikan tidak lagi memandang stratifikasi seseorang untuk memoeroleh pendidikan. II. Faktor yang berasal dari luar masyarakat itu, terdiri atas : 1) Sebab-sebab yang berasal dari perubahan fisik/alam yang ada disekitar manusia. Misalnya jika terjadi gempa bumi, atau bencana alam lainya sehingga masyarakat yang mendiami suatu daerah terpaksa harus pindah ke daerah lain meninggalkan tempat tinggalnya, sehingga dengan mendiami daerah yang baru akan mendorong mereka kembali beradaptasi sehingga mereka menghasilkan kebudayaan-kebudayaan baru baik kebudayaan baru itu masih ada sedikit campuran dari kebudayaan lama atau kebudayaan yang dihasilakn tersebut bersifat baru sama sekali tanpa mengadopsi sebagian kebudayaan lamanya, Contohnya diperkirakan awalnya suku Toraja bermukim di daerah pantai tetapi terjadi bencana alam membuat mereka menyingkir ke daerah pegunungan sehingga mereka membuat rumah berbentuk perahu yang sedikit mengadopsi kebudayaan lamanya. 2) Peperangan atau konflik dengan masyarakat lain Contohnya jika terjadi peperangan dengan masyarakat lain maka yang menang akan memaksakan/memasukkan kebudayaannya ke daerah/masyarakat yang kalah, misalnya Belanda masuk ke Indonesia karena menang perang sehingga orang Belanda ikut membawa serta agama Kristen masuk untuk dipeluk oleh sebagian masyarakat Indonesia 3) Pengaruh kebudayaan masyarakat lain atau terjadinya difusi kebudayaan dengan adanya perkembangan teknologi yang sangat pesat maka kita akan mengadakan hubungan dengan masyarakat lain yang berbeda kebudayaan sehingga akan mempengaruhi kebudayaan kedua masyarakat itu atau salah satunya akan mengalami perubahan kebudayaan, Contohnya terjadinya proses imitasi/peniruan kebudayaan barat yang terjadi di Indonesia karena pengaruh teknologi informasi yang cepat. VI. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JALANYA PROSES PERUBAHAN KEBUDAYAAN I. FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG JALANYA PROSES PERUBAHAN Didalam masyarakat dimana terjadi perubahan terdapat faktor yang mendorong proses perubahan itu, antara lain yaitu : ¯ Kontak dengan kebudayaan lain ¯ Sistem pendidikan formal yang maju ¯ Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju ¯ Sikap toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang ¯ Sistem pelapisan sosial yang bersifat terbuka ¯ Penduduk yang heterogen/majemuk ¯ adanya ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu ¯ Adanya orientasi masyarakat ke masa depan yang lebih maju ¯ Adanya nilai sosial dalam masyarakat yang menganggap manusia senantiasa berikhtiar/berusaha untuk memperbaiki hidupnya II. FAKTOR-FAKTOR YANG MENGHALANGI TERJADINYA PERUBAHAN ¯ Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain ¯ Perkembangan ilmu pengetahuan yang lambat ¯ Sikap masyarakat yang masih sangat tradisional ¯ Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat atau bersifat Vested Interests ¯ Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan ¯ Adanya prasangka terhadap hal-hal baru atau hal-hal asing ¯ Hambatan-hambatan yang bersifat idiologis ¯ Adat atau kebiasaan-kebiasaanAdanya nilai sosial dalam masyarakat yang menganggap pada hakikatnya hidup itu adalah buruk dan tidak mungkin diperbaiki (adanya orang-orang yang bersikap pasrah)
Langganan:
Postingan (Atom)

