Kamis, 15 Januari 2009

PENGERTIAN SOSIOLOGI

PENGERTIAN SECARA ETIMOLOGI
Secara Etimologi / harfiah atau berdasarkan makna kata SOSIOLOGI berasal dari 2 suku kata yaitu dari kata Latin SOCIUS yang berarti KAWAN dan kata Yunani LOGOS yang berarti KATA atau BERBICARA jadi menurut Auguste Comte Sosiologi berarti “BERBICARA MENGENAI MASYARAKAT”.

PENGERTIAN MENURUT PARA AHLI
1) AUGUSTE COMTE Sosiologi adalah Suatu disiplin ilmu yang bersifat positif yaitu mempelajari gejala-gejala dalam masyarakat yang didasarkan pada pemikiran yang bersifat rasional dan ilmiah.
2) MAX WEBER Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari tentang tindakan social atau perilaku-perilaku manusia
3) EMILE DURKHEIM Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari fakta-fakta social yaitu fakta-fakta atau kenyataan yang berisikan cara bertindak, cara perpikir dan cara merasakan sesuatu.

4) HERBERT SPENCER Sosiologi adalah Ilmu yang menyelidiki tentang susunan-susunan dan proses kehidupan social sebagai suatu keseluruhan / suatu sistem

5) PITIRIM SOROKIN Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari tentang : 1.Hubungan dan pengaruh timbal-balik antara aneka macam gejala social,misalnya : gejala ekonomi,politik,social,dll 2.Hubungan dan pengaruh timbale balik antara gejala-gejala social dengan gejala non social (biologis) 3.Ciri-ciri umum dari semua gejala-gejala social yang terjadi dalam masyarakat
6) RAOUCEK & WARREN Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok sosial
7) WILLIAM F. OGBURN & MAYER F. NIMKOFF Sosiologi adalah Penelitian secara ilmiah terhadap interaksi social dan hasil-hasil dari interaksi tersebut
8) J.A.A. VAN DORN & C.J. LAMMERS Sosiologi adalah Ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang struktur dan proses- proses kemasyarakatan yang bersifat stabil
9) PAUL B. HORTON Sosiologi adalah Ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok-kelompok masyarakat dan produk/hasil dari kehidupan kelompok tertentu
10) MAC IVER Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari tentang hubungan-hubungan social yang terjadi dalam masyarakat
11) J. GILLIN Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari interaksi yang timbul di dalam masyarakat
12) P.J. BAOUMAN Sosiologi adalah Ilmu pengetahuan tentang manusia dan hubungan-hubungan antar golongan manusia
13) Mr. J. BIERENS De HAAN Sosiologi adalah Ilmu pengetahuan tentang masyarakat manusia, baik mengenai hakekatnya, susunannya, hubungannya, kodrat-kodrat yang menggerakkannya, mengenai kesehatan dan perkembangan masyarakat.
14) GEORGE SIMMEL Sosiologi adalah Ilmu pengetahuan yang mempelajari perhubungan sesama manusia ( Human Relationship )
15) LESTER FRANK WARD Sosiologi adalah Ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk meneliti kemajuan-kemajuan manusia dan apa saja yang dilakukan oleh manusia dalam kehidupannya.
16) WILLIAM KORNBLUM Sosiologi adalah Suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku-perilaku anggotanya yang menjadikannya masyarakat yang bersangkutan ke dalam berbagai kelompok-kelompok dan berbagai kondisi-kondisi
17) ALLAN JOHNSON Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu system social dan bagaimana system tersebut mempengaruhi individu dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi system itu.
18) VANDER ZANDEN Sosiologi adalah Studi ilmiah tentang interaksi manusia di masyarakat.
19) ANTHONY GIDDENS Sosiologi adalah Studi tentang kehidupan social manusia, kelompok-kelompok manusia dan masyarakat.
20) MAYOR POLAK Sosiologi adalah Ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan yakni hubungan diantara manusia dengan manusia, manusia dengan kelompok, kelompok dengan kelompok.
21) SELO SOEMARDJAN & SOELAEMAN SOEMARDI Sosiologi adalah Ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur social dan proses social termasuk perubahan-perubahan social yang terjadi di masyarakat.
22) SOERJONO SOEKANTO Sosiologi adalah Ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.
23) HASSAN SHADILY Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari tentang hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antar manusia yang menguasai kehidupan dengan mencoba mengerti sifat dan maksud hidup bersama, cara terbentuk dan tumbuh serta perubahannya

SOSIOLOGI SBG SUATU DISIPLIN ILMU

Ilmu dapat didefenisikan sebagai kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pikiran ( logika ) dan bersifat objektif. Secara garis besar Sifat Ilmu Pengetahuan dapat digambarkan sebagai berikut :
RASIONAL Ilmu pengetahuan didasarkan atas kegiatan berpikir secara logis dengan menggunakan rasio (nalar) dan hasilanya dapat diterima oleh akal sehat
OBJEKTIF Kebenaran yang dihasilkan ilmu itu merupakan kebenaran tentang pengetahuan yang jujur, apa adanya sesuai dengan kenyataannya
AKUMULATIF Ilmu dibentuk dengan dasar oleh teori yang lama, yang disempurnakan sehingga menghasilkan teori yang lebih sempurna
EMPIRIS Kesimpulan yang diambil harus dapat dibuktikan melalui pemeriksaan dan pembuktian oleh pancaindra,

Menurut Harry M. Johnson Sosiologi dapat dikatan sebagai suatu disiplin ilmu karena dapat memenuhi syarat – syarat diatas, Yaitu :
1.Sosiologi bersifat EMPIRIS, Yaitu Sosiologi mempelajari masalah yang terdapat didalam masyarakat berdasarkan hasil pengamatan atau hasil observasi dari pancaindera.
2.Sosiologi bersifat TEORITIS, Yaitu Sosiologi terdiri atas sejumlah konsep-konsep yang saling berhubungan untuk menjelaskan fenomena yang terjadi dalam masyarakat.
3.Sosiologi bersifat KUMULATIF, Yaitu Sosiologi terus mengembangan konsep-konsep dan teori-teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki dan terus disempurnakan sehingga dapat menjelaskan gejala-gejala social yang terjadi dalam masyarakat
4.Sosiologi bersiaft NON ETIS, Yaitu Sosiologi hanya menggambarkan apa adanya suatu fenomena yang terjadi dimasyarakat dan menjelaskanya secara analitis bikan mempermasalahkan fenomena tersebut tentang baik atau buruknya, benar atau salahnya, boleh atau tidak bolehnya suatu fenomena atau gelaja social terjadi dimasyarakat

SOSIOLOGI SBG SUATU METODE

Sebagai suatu metode, Sosiologi menggunakan cara-cara yang ilmiah dalam mempelajari gejala-gejala social, fenomena-fenomena social, aspek-aspek yang terjadi di masyarakat. Jadi sosiologi sebagai suatu metode sangat berhubungan erat dengan PENELITIAN.

Secara garis besar metode-metode penelitian yang digunakan di dalam disiplim ilmu sosiologi menurut Soerjono Soekanto adalah :
1.Metode Kualitatif adalah Cara yang digunakan dalam memahami gejala-gejala social dan fenomena-fenomena social dengan memberikan pemaknaan atau penilaian terhadap data yang diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Umumnya Penggunaan metode kualitatif dilakukan apabila data yang diperoleh dari hasil penelitiantidak dapat dijabarkan atau diukur dengan menggunakan angka-angka yang bersifat eksak. Secara garis besar ada beberapa pendekatan yang digunakan dalam Metode kualitatif, Yaitu :
1)Pendekatan Historis Yaitu Pendekatan penelitian yang menganalisis peristiwa-peristiwa, gejala-gejala, fenomena-fenomena yang terjadi dimasa lalu untuk merumuskan atau menghasilkan prinsip-prinsip umum dari peristiwa-peristiwa, gejala-gejala, fenomena-fenomena tersebut.
2)Pendekatan Komparatif Yaitu, Pendekatan yang digunakan dengan cara membandingkan peristiwa-peristiwa, gejala-gejala, fenomena-fenomena yang terdapat diantara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain.
3) Pendekatan Studi Kasus Yaitu, Cara penelitian yang memusatkan perhatian pada peristiwa-peristiwa, gejala-gejala, fenomena-fenomena tertentu yang terjadi dalam masyarakat, kelompok-kelompok social maupun individu. Pendekatan terhadap suatu kasus tertentu umumnya dilakukan secara intensif, mendalam, mendetail dan komprehensif (secara menyeluruh).
2. Metode Kuantitatif adalah Cara yang digunakan dalam memahami peristiwa-peristiwa, gejala-gejala, fenomena-fenomena dimana data yang diperoleh dari hasil penelitianya didasarkan pada angka-angka. atau dengan kata lain penelitian yang menggunakan keterangan-keterangan dengan angka-angka sehingga peristiwa-peristiwa, gejala-gejala, fenomena-fenomena dapat diukur dan dianalisa. Secara umum metode kuantitatif menggunakan pendekatan :
Pendekatan Statistik Yaitu, Pendekatan yang menggunakan kumpulan datanya berupa angka-angka yang disajikan dalam bentuk distibusi frekuensi, diagram untuk menggambarkan suatu peristiwa-peristiwa, gejala-gejala, fenomena-fenomena tertentu dan dianalisis dengan menggunakan formula atau rumus tertentu

MANFAAT MEMPELAJARI SOSIOLOGI

Dengan mempelajari Sosiologi kita dapat :
1) Mempelajari, menjelaskan, menganalisis dan meneliti fenomena social, gejala social dan masalah-masalah social yang terjadi dimasyarakat
2) Hasil-hasil penelitian Sosiologi dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan atau sebagai acuan untuk pengambilan kebijakan pemerintah dalam pembangunan
3) Hasil-hasil penelitian Sosiologi dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah social yang terjadi dimasyarakat.
4) Metode-metode penelitian Sosiologi mempunyai kemampuan yang baik dalam memprediksi dan menginterpretasikan data yang menyangkut hubungan sebab akibat dalam aspek-aspek kehidupan manusia

PERILAKU MENYIMPANG

I. PENGERTIAN
Ada beberapa defenisi perilaku menyimpang, yang diajukan oleh beberapa Sosiolog. Antara lain :
J James Vander Zanden
Perilaku meyimpang : Perilaku yang dianggap sebagai hal tercela dan di luar batas-batas toleransi oleh sejumlah besar orang.
J Robert M. Z. Lawang
Perilaku menyimpang : semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial (masyarakat) dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang untuk memperbaiki hal tersebut.
J Bruce J. Cohen
Perilaku menyimmpang : Setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri ( tidak bisa bersosialisasi/beradaptasi ) dengan kehendak-kehendak masyarakat.
J Paul B. Horton
Perilaku menyimpang : setiap perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat
II. JENIS-JENIS PERILAKU MENYIMPANG
Perilaku menyimpang dapat dibedakan berdasarkan beberapa kriteria atau sudut pandang, Yaitu :
A Berdasarkan jenisnya
1. Perilaku menyimpang primer, yaitu perilaku menyimpang yang baru pertama kali dilakukan oleh seseorang 2. Perilaku menyimpang sekunder, yaitu perilaku menyimpang yang merupakan pengulangan dari perilaku menyimpang sebelumnya
B Berdasarkan efek / dampaknya
1. Perilaku menyimpang positif adalah perilaku menyimpang yang memiliki dampak positif, biasanya berupa inovasi yang memberikan mutu kehidupan masyarakat. Contoh............
2. Perilaku menyimpang negatif adalah perilaku menyimapng yang memberiakn dampak buruk terhadap kehidupan masyarakat atau bersifat anti sosial. Contoh...........
C Berdasarkan bentuknya
1. Perilaku menyimpang yang bukan merupakan kejahatan atau kriminala adalah perilaku menyimapang yang bukan merupakan tindak pidana. Contoh......................
2. Perilaku menyimpang yang merupakan kejahatan / kriminal adalah perilaku menyimpang yang dikenai ancaman atau sanksi pidana. Contoh.............
3. Kenakalan remaja adalah perilaku menyimpang yang umunyadilakukan oleh para remaja, Contoh...........
III. BENTUK-BENTUK PERILAKU MENYIMPANG
Menurut Robert M.Z. Lawang perilaku menyimpang dapat dibedakan dala 4 bentuk, yaitu :
1. Perilaku menyimpang yang dianggap sebagai kejahatan atau kriminal, Contoh.............
2. Penyimpangan seksual yaitu perilaku seksual yang tidak lazim dan lain dari biasanya. Contoh.............
3. Penyimpangan dalam bentuk gaya hidup yang lain dari biasanya, Contoh...........
4. Penyimpangan dalam bentuk pemakaian dan konsumsi yang berlebih-lebihan, Contoh.........
IV. FUNGSI PRILAKU MENYIMPANG
1. Perilaku menyimpang memperkokoh nilai dan norma-norma sosial yang terdapat di dalam masyarakat
2. Perilaku menyimpang akan memperjelas batas-batas moral yang terdapat dalam masyarakat
3. Tanggapan terhadap perilaku menyimpang akan menumbuhkan kesatuan masyarakat
4. Perilaku menyimpang mendorong terjadinya perubahan sosial

V. BEBERAPA KONSEP PENTING TENTANG PERILAKU MENYIMPANG
1. Seseorang dikatakan berperilaku menyimpang karena orang lain / masyarakat mengatakan/menganggapnya seperti itu, dengan kata lain adanya kesepakatan dimasyarakat behwa perilaku itu bersifat menyimpang.contoh.................
2. Perilaku yang termasuk dalam perilaku menyimpang berbeda dari waktu ke waktu atau setiap masa & jaman berbeda. Contoh.......
3. Perilaku yang dianggap perilaku menyimpang oleh sebuah masyarakat belum tentu dianggap sebagai perilaku menyimpang oleh masyarakat lain. Contoh..........
4. Perilaku menyimpang bisa berupa tindakan kriminal bisa juga bukan merupakan tindakan kriminal. Contoh...........
5. Ada pelanggaran hukum yang bukan merupakan perilaku menyimpang
6. Masyakat ada kalanya sangat mengecam perilaku menyimpang , namun kadang bersikap biasa-biasa saja terhadap beberapa perilaku menyimpang lainnya. Contoh..............
Latihan Kompetensi dasar 2 : Mendeskripsikan terjadinya perilaku menyimpang dan sikap-sikap anti sosial 1. Adi adalah anak laki-laki satu-satunya dari lima bersaudara dalam keluarga pak Arman. Dirumah ia selalu diperlakukan istimewa, disekolahpun ia selalu ingin menang sendiri. Contoh kasus diatas merupakan akibat dari…. a) sikap mental yang tidak sehat b) proses sosialisasi yang tidak sempurna c) sosialisasi sub kebudayaan d) penyimpangan social e) perubahan pola hidup 2. Penyimpangan social akan terjadi apabila seseorang…. a) tidak setuju terhadap peraturan kelompok b) mengabaikan nilai dan norma social yang berlaku di masyarakat c) tidak memenuhi harapan orang tua d) tidak mempunyai cita-cita e) melakukan nilai-nilai tertentu 3. Perhatikan data berikut ini : 1. mengikuti lomba balap sepeda 2. perkelahian antar relajar 3. menonton film detektif dan film laga 4. melempar petasan di jalan raya berdasarkan data diatas, contaoh kenakalan remaja dewasa ini antara lain nomor…. a. 1 dan 2 d. 3 dan 4 b. 1 dan 3 e. 2 dan 4 c. 2 dan 3 4. Berikut ini yang bukan merupakan penyebab perilaku menyimpang karena kegagalan sosialisasi dalam keluarga ádalah…. a) perhatian dan kasih sayang yang cukup b) kedua orang tua tidak pernah harmonis c) kedua orang tua terlalu keras mengekang d) orang tua terlalu memanjakan anak e) orang tua tidak Dapat memberikan perhatian dan kasih sayang 5. Setelah perceraian kedua orang tuanya, Herman menjadi seorang pemabuk dan sering bolos sekolah. Perilaku menyimpang ini di latarbelakangi oleh faktor…. a) Masuknya unsur budaya asing b) Lemahnya pengawasan sekolah c) Lemahnya sanksi bagi pelanggar d) Proses sosialisasi yang tidak sempurna e) Adanya kebudayaan yang menyimpang 6. Perilaku menyimpang sekunder adalah perilaku menyimpang yang…. a) Di ancam hukuman mati b) Dilakukan oleh beberapa orang c) Dilakukan secara sengaja d) Sudah menjadi kebiasaan / berulang-ulang dan ciri-ciri masyarakat e) Tidak di toleransi masyarakat 7. Perhatikan pernyataan berikut ! 1. Kerusuhan dan kebakaran pada Mei 1998. 2. Penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang. 3. Pemerkosaan terhadap pembantu rumah tangga. 4. Terganggunya keamanan di daerah perbatasan. Dari perilaku-perilaku di atas, yang termasuk penyimpangan sekunder adalah nomor ... a) 1 dan 2 b) 1 dan 3 c) 1 dan 4 d) 2 dan 3 e) 3 dan 4 8. Seorang remaja tinggal bersama nenek sejak kecil dan sangat dimanja, segala keinginannya dipenuhi. Setelah dewasa, ia berani mencuri demi keinginannya terpenuhi. Dari kasus di atas dapat disimpulkan bahwa terjadinya perilaku menyimpang sebagai akibat ... a) Sosialisasi yang tidak sempurna b) Pengaruh media massa liberal c) Pengawasan sosial yang lemah d) Pengaruh lingkungan bermain e) Pewarisan kebiasaan mengasuh anak 9. Hal penting yang menjadi patokan apakah perilaku seseorang dianggap menyimpang atau tidak adalah.... a) Situasi umum yang sedang berlangsung b) Nilai sosial dan norma sosial yang berlaku di masyarakat c) Tingkat pendikan masyarakat d) Pola perilaku dan kepribadian masyatakat e) Perilaku umum dari individu 10. Perilaku menyimpang primer adalah perilaku menyimpang yang.... a) Perilaku yang merugikan diri sendiri b) Bersifat sementara dan baru pertama kali c) Terjadi pada masyarakat kelas bawah d) Melibatkan orang banyak e) Terjadi berulang-ulang 11. Berikut ini yang merupakan contoh perilaku menyimpang sekunder adalah.... a) Mabuk-mabukan setiap hari tak kenal tempat b) Memalsukan laporan pajak perusahaan c) Menghentikan bus di sembarang tempat d) Menimbun BBM saat harga naik e) Meludah di depan orang banyak 12. Penyimpangan sosial adalah perilaku yang oleh sejumlah orang di anggap tercela dan diluar batas-batas toleransi. Pendapat ini di kemukan oleh.... a) Robert M.Z. Lawang b) Bruce J. Cohen c) Paul B. Horton d) Caesare Lambroso e) James Vander Sanden 13. Tindakan korupsi yang dilakukan oleh Gayus Tambunan termasuk perilaku menyimpang.... a) Perilaku menyimpang positif b) Penyimpangan gaya hidup c) Perilaku menyimpang kejahatan/kriminal d) Penyimpangan seksual e) Penyimpangan sekunder 14. Perilaku menyimpang yang bukan termasuk kejahatan atau kriminal adalah.... a) Pembunuhan b) Korupsi c) Merokok d) Pencurian e) Perampokan 15. Penyalahgunaan narkotika / narkoba termasuk dalam penyimpangan.... a) Sosialisasi yang salah b) Kriminalitas / kejahatan c) Penyimpangan gaya hidup d) Penyimpangan seksual e) Penyimpangan primer 16. Perilaku menyimpang adalah perilaku yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam sistem sosial ( masyarakat ) dan menimbulkan usaha dari pihak berwenang untuk memperbaiki perilaku menyimp[ang tersebut, adalah pengertian yg di kemukakan oleh.... a) J. Vander Zanden b) Soerjono Soekanto c) Robert M.Z. Lawang d) Selo Soemardjan e) Bruce J. Cohen 17. Keluarga dapat menjadi media pembentukan perilaku menyimpang karena.... a) Keluarga yang tidak harmonis akan melahirkan anak yg berperilaku menyimpang b) Kondisi keluarga akan mempengaruhi kondisi mental anak c) Keluarga merupakan lingkungan tempat tinggal anak d) Keluarga yang baik akan menghasilkan anak yang sukses e) Keluarga sangat berperan dalam pembentukan kepribadian seorang anak 18. Perhatikan pernyataan berikut : 1. Sosialisasi yang tidak sempurna 2. Mengadopsi sub kebudayaan menyimpang 3. Gagalnya individu mengidentifikasi nilai dan norma yg berlaku di masyarakat 4. Tindakan kriminal yg di lakukan seseorang 5. Kurangnya pengetahuan tentang nilai dan norma yg berlaku di masyarakat Yang merupakan penyebab perilaku menyimpang adalah.... a) 1, 3, 5 b) 2, 3, 5 c) 3, 4, 5 d) 1, 2, 3 e) 2, 4, 5 19. Homoseks dan lesbian merupakan perilaku menyimpang bagi masyrakat indonesia karena.... a) Hubungan seksual bagi masyrakat adalah proses regenarasi bukan kesenangan b) Tindakan semacam itu hanya memperbudak salah satu pihak c) Agama di Indonesia menentang aktivitas seksual semacam itu d) Adanya golongan yang taat pada hukum e) Tidak ada kepastian hukum bagi masyrakat 20. Membudayanya korupsi di Indonesia adalah bentuk dari.... a) Kegagalan sosialisasi b) Kegagalan pengendalian sosial c) Lemahnya sistem hukum di Indonesia d) Pesatnya perkembangan teknologi e) Rendahnya mental bangsa

PENGENDALIAN SOSIAL

PENGERTIAN
Joseph S. Roucek Pengendalian sosial : Segala proses baik yang direncanakan maupun tidak yang bersifat mendidik, mengajak bahkan memaksa warga-warga masyarakat agar mematuhi kaidah-kaidah dan nilai – nilai sosial yang berlaku.
Peter L. Berger Pengendalian sosial : Berbagai cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan anggota – anggotanya yang menyimpang
John J. Macionis Penegdalian sosial : Berbagai sarana untuk mendorong warga masyarakat agar bersedia mematuhi norma – norma yang berlaku
Bruce J. Cohen Pengendalian sosial : Cara – cara atau metode yang digunakan untuk mendorong seseorang agar berperilaku selaras dengan kehendak – kehendak masyarakat
Craig Calhoun, Donald Light, Suzanne Keller Pengendalian sosial : Segala usaha dari kelompok atau masyarakat untuk mengatur perilaku anggotanya agar sesuai dengan norma – norma yang berlaku
CARA PENGENDALIAN SOSIAL
Dilihat dari dimensi pelaksanaannya , pengendalian sosial dapat dibagi atas :
1. Cara Persuasif Cara persuasif merupakan upaya pengendalian sosial yang menekankan pada tindakan yang sifatnya mengajak atau membimbing warga masyarakat agar bersedian bertindak sesuai dengan norma – norma atau aturan yang berlaku di masyarakat. Atau dengan kata lain upaya persuasif cenderung menekankan pada upaya penyadaran masyarakat tentang perilaku meyimpang Contoh............................
2. Cara Koersif Cara koersif merupakan upaya pengendalian sosial yang dilakukan dengan menekankan pada tindakan yang sifatnya memaksa warga masyarakat agar bersedia bertindak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat, umumnya cara iini digunakan apabila cara persuasif tidak berhasil. Contoh...........
SIFAT PENGENDALIAN SOSIAL
Berdasarkan sifatnya, pengendalian sosial terdiri dari :
1. Upaya Preventif Upaya preventif adalah berbagai upaya sosial yang dilakukan untuk mencegah terjadinya berbagai perilaku menyimpang atau terjadinya gangguan terhadap kedamaian dan ketertiban masyarakat Contoh............
2. Upaya refresif Upaya preventif adalah berbagai upaya untuk mengembalikan kedamaian dan ketertiban masyarakat yang terganggu akibat berbagai perilaku menyimpang, Upaya refresif biasanya dilakukan dalam bentuk pemberian sanksi kepada warga masyarakat yang menyimpang atau yang melanggar norma yang berlaku. Contoh.................
JENIS – JENIS PENGENDALIAN SOSIAL
Ada beberapa jenis pengendalian sosial yang berfungsi untuk mencegah dan mengatasi perilaku menyimpang di masyarakat, yang meliputi :
1. Gosip / Desas – desus Gosip atau desas – desus atau kabar burung yaitu informasi yang menyebar secara cepat dan tidak berlandaskan pada bukti atau fakta yang kuat, tidak jelas sumbernya, dan tersebar melalui pembicaraan orang. Namun demikian informasi tersebut bisa saja benar bisa juga salah. Pada umumnya, orang tidak senang bila menjadi sasaran gosip sebab gosip menyebabkan perubahan sikap masyarakat terhadap orang yang menjadi sasaran gosip. Oleh karena itu, orang akan berusaha agar tidak menjadi sasaran gosip. Jadi secara umum gosip menjadikan seseorang menyadari kesalahan lalu berusaha bertindak sesuai dengan norma/aturan yang berlaku.namun gosip kadang tidak efektif jika tidak didukung oleh budaya malu. Contoh.......................
2. Teguran Teguran adalah peringatan yang dilakukan oleh satu pihak kepada pihak lain yang bertujuan untuk menyadarkan pihak yang melakukan perilaku menyimpang sehingga diharapkan pihak tersebut tidak mengulangi tindakannya. Contoh...........................
3. Hukuman / Sanksi Hukuman atau sanksi adalah perlakuan tertentu yang sifatnya tidak mengenakkan atau menimbulkan penderitaan yang diberikan kepada pihak pelaku perilaku menyimpang. Secara umum hukuman berfungsi untuk menyadarkan pelaku perilaku menyimpang sehingga tidak melakukan perilaku menyimpang lagi dan memberikan contoh kepada pihak yang tidak melakukan perilaku menyimpang, bahwa bila mereka melakukan perilaku menyimpang akan mendapatkan hukuman. Contoh........................
4. Celaan Celaan adalah tindakan kritik atau tuduhan terhadap suatu pandangan, sikap, dan perilaku yang tidak sesuai dengan pandangan, sikap, dan perilaku yang umumnya di masyarakat. Celaan lebih mudah dimengerti oleh seseorang karena diekspresikan dalam bentuk ucapan, protes atau kritik yang terbuka dan langsung menuju sasaran Contoh....................
5. Pengucilan Pengucilan adalah tindakan pemutusan hubungan sosial dari sekelompok orang terhadap seorang yang berperilaku menyimpang. Tujuan pengucilan agar supaya orang yang melakukan perilaku menyimpang dapat melakukan interopeksi diri agar tidak mengulangi perbuatan yang menyimpang. Contoh.................................
6. Ejekan Ejekan adalah tindakan yang membicaraka seseorang dengan menggunakan kata-kata kiasan, perumpamaan atau kata-kata yang berlebihan serta bermakna negatif Contoh................
7. melalui Pendidikan Pendidikan merupakan lembaga pengendalian sosial yang penting karena melalui pendidikan orang akan memahami, orang akan tahu, mengakui dan mengajarkan yang baik agar orang bersedia berperilaku yang sesuai dengan norma-norma yang terdapat di masyarakat. Contoh.....................................
8. melalui ajaran Agama Secara umum agama memberikan pedoman hidup atau memberikan ajaran tentang apa yang baik, yang benar bagi seseorang untuk berperilaku baik dalam hubunganya dengan Tuhan, sesama manusia dan alam. Contoh..............................
FUNGSI PENGENDALIAN SOSIAL
1. Mempertebal keyakinan masyarakat terhadap norma/aturan yang berlaku dimasyarakat
2. Memberikan imbalan kepada orang yang menaati norma/aturan
3. Mengembangkan rasa takut dan menciptakan rasa malu
4. Menciptakan sistem hukum
LEMBAGA – LEMBAGA PELAKSANA PENGENDALIAN SOSIAL
1. Kepolisian Secara umum kepolisian merupakan lembaga yang berwenang untuk melaksanakan berbagai pengendalian terhadap perilaku – perilaku yang menyimpang yang terjadi di masyarakat, Sebagai alat negara untuk menegakkan hukum, memelihara serta meningkatkan ketertiban hukum, Sebagai pengayom dengan memberikan perlindungan dan pelayanan bagi tegaknya peraturan perundang-undangan.
2. Lembaga Peradilan Lembaga peradilan berfungsi untuk memberikan putusan hukum kepada warga masyarakat yang melakukan perilaku menyimpang atau yang melanggar norma hukum, Peradilan juga dapat mebuat putusan mengenai penyelesaian perselisihan antara du pihak yang bertikai. Jadi denga adanya lembaga peradilan maka status hukum dari sebuah perilaku menyimpang yang dilakukan oleh seseorang dapat diketahui dengan jelas.
3. Lembaga Adat Lembaga adat di Indonesia sebenarnya hanya sebagai pelengkap peraturan hukum tertulis, Peranan adat dapat dilihat pada sebuah masyarakat yang masih memegang teguh norma – norma adat. Misalnya warga masyarakat yang melanggar adat atau tradisi pada umumnya akan diberikan sanksi. Misalnya, tokoh adat yang memberikan sanksi berupa pengusiran dari lingkungan suku akibat seseorang menggar adat nenek moyang
4. Tokoh masyarakat Tokoh masyarakat adalah individu – individu yang dianggap memiliki pengaruh atau wibawa di masyarakat, atau orang yang disegani atau dihormati di masyarakat karena tutur kata atau tindakan atau perilakunya dapat menjadi contoh yang baik di masyarakat. Secara umum peranan tokoh masyarakat diharapkan mampu mencegah terjadinya perilaku menyimpang di masyarakat. Misalnya peranan Ketua RW,RT dalam menjaga ketertiban masyarakat yaitu dengan meningkatkan siskamling atau dapat melakukan teguran – teguran terhadap berbagai perilaku menyimpang di masyakat